Panen Bersama Cabai Merah Mitra Binaan UPTB STP

- Jurnalis

Jumat, 11 Maret 2022 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD melakukan panen bersama di kluster cabai merah mitra binaan UPTB Science Techno Park Balitbangda Sumsel, di Sriwijaya Science Techno Park [SSTP], Indralaya Utara Kabupaten  Ogan Ilir, Kamis [10/3].

Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD melakukan panen bersama di kluster cabai merah mitra binaan UPTB Science Techno Park Balitbangda Sumsel, di Sriwijaya Science Techno Park [SSTP], Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Kamis [10/3].

Feby Deru Pacu GSMP Merata di Penjuru Sumsel Melalui Teknologi Digital Farming

WIDEAZONE.com, OGAN ILIR | Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP] yang dicanangkan Gubernur Sumsel Herman Deru terus diupayakan semua pihak.

Tak terkecuali Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD terus bersinergi dengan mitra terkait guna mensukseskan GSMP tersebut.
 
Di antaranya dengan melakukan panen bersama di kluster cabai merah mitra binaan UPTB Science Techno Park Balitbangda Sumsel, di Sriwijaya Science Techno Park [SSTP], Indralaya Utara Kabupaten  Ogan Ilir, Kamis [10/3].
 
Di kesempatan tersebut, Feby Deru mengatakan, panen bersama kluster cabai merah sangat erat kaitannya dengan GSMP dan program UP2K PKK. Karena cabai merah merupakan salah satu komoditi yang sangat berpengaruh pada inflasi daerah. Inovasi pertanian terpadu menggunakan teknologi pada budidaya cabai merah tersebut kerjasama dengan pola kemitraan dengan pemberdayaan masyarakat.
 
“Saya mendorong agar GSMP terlaksana dengan baik dan merata ke berbagai daerah di Sumsel, dengan teknologi digital farming. Untuk saat ini sementara kita terapkan di sini dahulu. Selanjutnya akan diaplikasikan ke kabupaten/kota,”  jelas Feby.
 
Penerapan teknologi digital farming lanjut Feby diyakini akan mampu  mendorong perbaikan kehidupan masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun finansial. Sekaligus mengubah budaya dari pembeli menjadi penghasil atau produsen.
 
Diungkapkan Feby, ada tiga peran utama Science Tekno Park [STP], yaitu melaksanakan penelitian dan pengembangan,  menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi, serta menumbuhkan industri.
 
“Dengan hadirnya STP para anggota PKK dapat melakukan pelatihan dan praktek mengenai berbagai Keterampilan terutama tentang pertanian terpadu. Hal ini dapat memotivasi para anggota PKK untuk membuka usaha dalam upaya membantu menambah penghasilan keluarga,” terangnya.
 
Panen bersama kluster cabai merah ini menurut Feby dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan seluruh stakeholder terkait agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan lingkungan yang ada di sekitar untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga menambah pendapatan keluarga.
 
Di tempat yang sama Plt Kepala Balitbangda Sumsel Alamsyah mengatakan panen bersama kluster cabai merah mitra binaan UPTB STP Balitbangda sebagai wadah percontohan bagi petani di Sumsel. Panen yang dilakukan kali ini merupakan panen siklus kedua.
 
“Kluster cabai merah ini berada di lahan seluas 2 hektar dan ada 3 varietas cabai merah yang ditanam, dengan masa tumbuh tanaman mencapai usia 7 hingga 9 bulan”, bebernya.
 
Penerapan digital farming memberikan kemudahan bagi petani dalam bercocok tanam. Pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan bagi petani, yang kemudian diverifikasi, serta menggunakan sistem terintegrasi.
 
“Pemeliharaan tanaman dapat diatur melalui aplikasi. Petani dapat mengetahui kondisi cuaca dan lahan. Dari 2 hektar lahan cabai merah ini ditargetkan bisa mencapai 24 ribu kilogram cabai,” kata Alamsyah.
 
Sementara Kepala Perwakilan BI Sumsel R. Erwin Soeriadimadja mengungkapkan digital farming merupakan salah satu sistem untuk mendorong strategi distribusi penjualan dan meningkatkan pemasaran. Sejak tahun 2020 BI telah bekerjasama dengan pemerintah daerah dan ikut terbantu  dengan mewujudkan program-program pangan.
 
“Digital farming ini sangat baik untuk transfer knowledge kepada para petani. Kerjasama BI dalam melaksanakan program pangan pun telah menyentuh kluster bawang merah, cabai merah, dan ternak ayam,” tegasnya.
 
Penerapan digital farming sambung Erwin bisa direplikasi ke 17 kabupaten/kota di Sumsel guna mendukung GSMP yang dicetuskan Gubernur Herman Deru. [abV/red]

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru