Palestina Kembali di Bombardir, ACT Sumsel serukan Kepedulian

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2019 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 ACT Sumsel konfrensi pers untuk mengajak masyarakat Sumsel peduli terhadap tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi di Palestina, berlokasi di salah satu sekolah islam di Kabupaten Banyuasin tepatnya di Sekolah Islam Terpadu Mufidatul Ilmi, Jumat (15/11/2019)

ACT Sumsel konfrensi pers untuk mengajak masyarakat Sumsel peduli terhadap tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi di Palestina, berlokasi di salah satu sekolah islam di Kabupaten Banyuasin tepatnya di Sekolah Islam Terpadu Mufidatul Ilmi, Jumat (15/11/2019)

WIDEAZONE.COM, BANYUASIN — Menjelang musim dingin, Palestina tengah berduka. Hal ini disebabkan serangan udara dari Israel yang melintasi perbatasan Gaza terus digencarkan.

Al Jazeera menyebutkan serangan menimbulkan 32 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 82 jiwa menderita luka berat dan ringan di sejumlah wilayah Gaza, Kamis (14/11).

Selain memakan korban jiwa, serangan Israel juga meluluhlantakkan sekitar ratusan bangunan di sepanjang Jalur Gaza. Merespons dampak tragedi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memasifkan bantuan untuk Palestina sebagai aksi nyata kepedulian kemanusiaan di dunia Internasional.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyatakan, “ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina, terlebih menjelang musim dingin yang mencekam. ACT melihat permasalahan ini bukan lagi masalah yang ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat. Program bantuan reguler yang sudah ada akan terus kami tingkatkan. Kami sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra kami di Gaza untuk memasifkan pendistribusian bantuan medis, kesediaan paket pangan, dan bantuan lainnya. Insyaallah umat Islam Indonesia melalui ACT akan terus membersamai mereka,” ungkap Ahyudin.

ACT Sumsel mengadakan kegiatan diskusi terbuka bersama para siswa dan guru terkait serangan yang terjadi di Palestina
ACT Sumsel mengadakan kegiatan diskusi terbuka bersama para siswa dan guru terkait serangan yang terjadi di Palestina

ACT Sumsel mengadakan kegiatan diskusi terbuka bersama para siswa dan guru terkait serangan yang terjadi di Palestina. Sekaligus konfrensi pers untuk mengajak masyarakat Sumsel peduli terhadap tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi di Palestina, berlokasi di salah satu sekolah islam di Kabupaten Banyuasin tepatnya di Sekolah Islam Terpadu Mufidatul Ilmi, Jumat (15/11/2019).

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Ustadz Desab selaku Kepala Sekolah SMP IT Mufidatul Ilmi mengatakan bahwa, “Sudah selayaknya kita selaku umat muslim bersatu untuk membantu saudara kita di Palestina dengan bantuan terbaik, terimakasih juga saya ucapkan kepada pihak ACT yang mewakili kami semua untuk terus membantu perjuangan saudara-saudara kita disana, yang belakangan ini terus digemparkan dengan serangan hingga menewaskan puluhan penduduk sipil,” jelas Ustadz Desab.

Hingga hari ini, bantuan dari para donatur yang disampaikan melalui Aksi Cepat Tanggap terus digulirkan ke Palestina. Baik melalui IHC (Indonesian Humanity Center) yang merupakan gudang bantuan logistik untuk penduduk Palestina, hingga bantuan medis lanjutan bagu para korban yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Ardianta, selaku tim partnership ACT Sumsel juga mengatakan bahwa serangan bombardir yang diluncurkan Zionis Israel beberapa hari yang lalu telah membuka mata kita bahwa perjuangan kita membantu Palestine belum berakhir.

“Perjuangan Palestina belum berakhir , hingga kini masih banyak saudara kita yang gugur tanpa perlawanan akibat serangan Zionis Israel, melalui diskusi terbuka ini kami ingin mengajak kembali kepedulian masyarakat Sumsel untuk Palestina,”jelasnya.

Aksi Cepat Tanggap terus mengajak masyarakat dermawan untuk bersama membantu warga terdampak konflik kemanusiaan di Palestina. Sahabat Dermawan dapat berdonasi langsung melalui tautan link, bit.ly/donasi_ACTSumsel.

 

Laporan: Akip

Berita Terkait

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB