banner 1105x262
banner 2560x598

banner 2560x598

banner 2560x598

Minyak Goreng Rp14 Ribu, Komitmen Satu Harga

Ilustrasi Minyak Goreng | Wideazone
Ilustrasi Minyak Goreng | Wideazone
banner 468x60

PEMERINTAH mengeluarkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng yaitu Rp14 ribu dan diberlakukan hari ini, Rabu [19/1/2022] di seluruh Indonesia. 

Pemberlakuan tersebut akan dimulai di pasar ritel modern  tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia [Aprindo]

“Kebijakan ‘Minyak Goreng Satu Harga’ merupakan upaya lanjutan Pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau,” tegas Menteri Perdagangan [Mendag] Muhammad Lutfi dikutip dari keterangan persnya, Rabu [19/1/2022].

Dikatakan Mendag, melalui kebijakan ini, seluruh minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana, akan dijual dengan harga setara Rp14 ribu untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro dan kecil.

“Untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penyediaan minyak goreng dengan satu harga,” ujarnya. 

Melalui kebijakan ini, sambung Mendag, diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau dan di sisi lain produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh Pemerintah. 

Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng dengan satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia [Aprindo], dan untuk pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian.

“Ritel modern akan menyediakan minyak goreng dengan harga Rp14000/liter yang dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pukul  00.01 waktu setempat, dan kepada masyarakat diharapkan tidak memborong [panic buying] karena stok minyak goreng dalam jumlah yang sangat cukup,”tambah Mendag.

Pemerintah, melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit [BPDPKS], telah menyiapkan dana sebesar Rp7,6 triliun yang  akan digunakan untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan atau 1,5 miliar liter selama enam bulan

Kebijakan ini, tambah Mendag, telah disosialisasikan kepada semua produsen minyak goreng dan ritel modern, dan pada prinsipnya baik produsen maupun ritel modern mendukung kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng.

“Sampai dengan saat ini, sebanyak 34 produsen minyak goreng telah menyampaikan komitmennya untuk berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng kemasan dengan satu harga bagi masyarakat,” tuturnya. [jn/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.