Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, HD : Sumsel Provinsi Religius

- Jurnalis

Sabtu, 2 November 2019 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan ribu umat muslim bertumpah ruah di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat (1/11/2019) malam menghadiri tabligh kkbar dalam rangka Maulid Akbar Nabi Muahmmad SAW

Puluhan ribu umat muslim bertumpah ruah di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat (1/11/2019) malam menghadiri tabligh kkbar dalam rangka Maulid Akbar Nabi Muahmmad SAW

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Puluhan ribu umat muslim bertumpah ruah di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat (1/11/2019) malam menghadiri tabligh akbar dalam rangka Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi ini lebih spesial karena menghadirkan  ustadz Abdul Somad.

Gubernur Sumsel H Herman Deru menilai malam ini sungguh luar biasa karena umat muslim telah menunjukan bahwa Kota Palembang khususnya dan Provinsi Sumsel pada umumnya sebagai daerah yang religius.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

“Saya berterima kasih banyak kepada para panitia yang telah melaksanakan kegiatan ini sehingga terlihat semakin menampakan Kota Palembang dan Provinsi Sumsel sebagai daerah yang religius,” ucapnya.

Menurut dia, masyarakat yang hadir malam ini tentu harus bersyukur karena di hadiri langsung oleh Ustadz Adbdul Somad.

“Alhamdulillah apa yang kita rindukan terjawab sudah karena Ustadz Abdul Somad hadir ditengah-tengah kita,” ungkapnya.

Tentu rasa bangga dan terima kasih, dia mengajak puluhan ribu masyarakat umat muslim yang hadir untuk tetab tertib sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

“Mari kita ikuti acara ini dengan tertib dan khusyuk. Ilmu apa yang didapat malam agar dapat kita terapkan di kehidpuan sehari-hari dengan menjalin hablum minan-nas,”tutupnya.

Sebelumnya, tak henti-hentinya lantunan ayat-ayat suci Al-Quran terus berkumandang diikuti oleh ribuan masyarakat umat muslim.

 

Laporan : Akip

Berita Terkait

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB