TERBUKANYA keran bisnis minuman keras oleh Presiden Joko Widodo tahun ini, harus disikapi dengan etika maksimal. Sebab jika tidak, akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk merusak mental anak-anak muda.
Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Djoko Siswanto, mengatakan kebijakan yang dilakukan pemerintah memang baik bagi pengembangan dunia investasi industri minuman keras.
“Jika melihat peluang bisnis minuman keras, sangat potensial untuk meningkatkan dunia investasi kita,” ujar Djoko Siswanto kepada wartawan media ini, Jumat (26/2/2921).
Baik dilirik dari bisnis berskala besar maupun untuk eceran di berbagai lapak dan tempat-tempat minuman. “Tapi ini sangat membahayakan mental generasi muda kita,” tegas Djoko.
Apabila suplai dan peredaran minuman keras tidak dibarengi kebijakan ketat terhadap para konsumen yang datang ke lapak atau toko-toko minuman keras, perlu diperhatikan secara ketat. “Dengan demikian anak-anak remaja tidak ikutan terjeblos ke dunia minuman keras,” tegas Djoko.
Sebagai anak bangsa, kata Djoko, dirinya akan memberi dukungan kuat agar investasi negeri ini akan berkembang pesat. Namun Djoko tidak rela jika mental anak-anak muda ambruk karena minuman keras.
Meski demikian Djoko Siswanto yakin, dibukanya keran investasi bagi pengusaha minuman keras itu sudah mempertimbangkan aspek moralitas yang terjaga. “Sebab dampak minuman keras bagi anak-anak remaja sangat berbahaya,” tegasnya.
Namun Djoko sangat apresiatif terhadap pemerintah. Sebab aturan yang diterapkan pemerintah itu. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2021 tentang bidang usaha penanaman modal, diberlakukan sesuai dengan turunan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, dan diberlakukan 2 Februari 2021.
Djoko Siswanto juga cukup apresiatif dengan kebijakan yang memberlakukan penyaluran minuman kereas itu ke Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara dan Provinsi Papua.
Pada lampiran III Perpres Nomor 10 tahun 2021 diatur bahwa penyaluran dan penjualannya (eceran) diberlakukan di empat daerah tersebut (Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua.
Namun Djoko menyarankan agar pihak yang bertanggung jawab harus memperhatikan adanya oknum tertentu yang berusaha mencari keuntungan.
“Secara diam-diam oknum tersebut menyuplai minuman keras dari empat daerah itu, kemudian didistribusikan ke sini. Ini yang perlu kita pertimbangkan,” kata Djoko.
Menurut dia, oknum tersebut hanya berpikir soal keuntungan pribadinya semata. Terus terang, mereka tidak mungkin menolak adanya anak muda yang mau membeli dalam jumlah besar.
“Ini berbahaya. Nanti generasi muda kita akan terjerumus ke aktivitas mabuk-mabukan. Apalagi minuman keras itu memiliki kandungan alkohol. Ini yang harus kita waspadai,” ujar Djoko menutup pembicaraan. (*)
Laporan Abror Vandozer/ Sawdy Atmaja
Editor Anto Narasoma



![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-225x129.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-225x129.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-225x129.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-225x129.jpg)

![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-129x85.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-129x85.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-129x85.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
