Karena Tersetrum, Kematian Dendy Layaknya Nyawa Kucing

- Jurnalis

Senin, 8 April 2019 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, MUARA ENIM — Kematian Dendy Hatiansyah bin Sunadi Selasa lalu (26/3/2019) tak ubahnya kematian seekor kucing.

Sebab warga Desa Kepur Kampung I Kecamatan Muaraenim yang tewas akibat tersengat aliran listrik di pagar kayu berkawat duri milik Mansyur (Isyur) bin Abdullah (50), di belakang Perum Vila Jasmin RT 02 RW 08 Blok L Rumah Tumbuh Muaraenim, kasusnya terkatung-katung tanpa kejelassn.

Akibatnya, nyawa Dendy yang terenggut akibat sengatan listrik dari rumah Mansyur tersebut, hilang seperti nyawa seekor kucing.

Di hadapan wartawan, ayah Dendy, Sunadi (50), meminta agar kasus kematian anaknya itu segera diusut polisi. Apalagi laliran listrik yang membinasakan nyawa anaknya itu berasal dari rumah Isyur.

Baca Juga:  Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

“Saya minta agar pihak kepolisian segera mengusut kematian anak kami. Ini nyawa manusia dan bukan nyawa kucing. Saya sangat sedih atas kinerja pihak kepolisian atas kematian anak saya itu, ” ujar Sunadi.

Kematian Dendy, kata Sunadi, disebabkan arus listrik yang dipasang sebagai ranjau. Karena itu Sunadi bertanya apakah ada izinnya memasang ranjau listrik memggunakan kawat berduri?

Terkait kematian anaknya, Sunadi meminta Polres Muaraenim untuk mengusut dan menindak tegas pelaku pemasangan arus listrik tersebut.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

“Meski saya sadar bahwa di balik peristiwa itu Dendy berangkali ada kesalahan, tapi karena kematiannya akibat aliran listrik dari rumah Mamsyur, harusnya pemasang listrik tersebut dijebloskan ke penjara,” katanya.

Karena aliran listrik itu sengaja dipasang di pagar belakang Perum Vila Jasmin, maka kejadian yang menimpa anaknya itu ada unsur kesengajaan.

“Karena itu saya memohon agar pihak Polres Muaeaenim segera membekuk pemilik ranjau listrik yang telah membunuh anakku, ” harap Sunadi (eddy)

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru