Kapolri Imbau Seluruh Elemen Tak Larut dalam Perbedaan: Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 29 Februari 2024 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada seluruh elemen untuk tidak larut dalam perbedaan yang menyebabkan polarisasi di tengah-tengah masyarakat. Kapolri mengajak semua pihak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Tentunya saya ingatkan bahwa kita jangan larut karena adanya perbedaan yang kemudian bisa membuat polarisasi, namun bagaimana kita kembali bersatu, kita kembali melakukan rekonsiliasi, bersatu padu,” kata Kapolri setelah membuka Rapim Polri 2024 di Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis 29 Februari 2024.

Kapolri berbicara mengenai pentingnya stabilitas keamanan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Kapolri, pertumbuhan ekonomi yang sudah bagus saat ini harus dijaga dan ditingkatkan.

“Tugas kita bagaimana kemudian pertumbuhan ekonomi yang sudah ada ini betul-betul bisa kita pertahankan. Dan tentunya tugas kita semua untuk mengawal ini karena sulit, tidak mudah. Namun kita yakin kalau kita semua bisa bersatu, seluruh stakeholder, masyarakat dengan seluruh masyarakat yang lain, kita jaga jangan sampai terjadi polarisasi, seluruh kementerian lembaga dan utamanya polisi bisa menjaga stabilitas kamtibmas, kita yakin bahwa pencapaian ini bisa tercapai pada waktunya,” imbuh Kapolri.

Baca Juga:  Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center

Selain itu, Kapolri juga memastikan situasi kamtibmas sampai hari ini terkendali. Kapolri menyampaikan, meskipun ada keramaian di lapangan dan di media sosial, kondisi seusai tahapan pencoblosan Pemilu 2024 relatif kondusif.

“Alhamdulillah sampai hari ini, dengan berbagai dinamika yang ada, kita terus bisa mengelola. Memang ramai di media sosial dan mungkin ada yang turun di lapangan terkait dengan hasil, namun semuanya dalam kondisi yang terkendali, terukur,” kata Kapolri.

Baca Juga:  Tunjangan Pegawai Tirta Musi "Tersandera" Ratu Dewa Buka Suara

Kapolri mengatakan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Dia juga menekankan mengenai pentingnya persatuan sebagai modal menyambut Indonesia Emas 2024.

“Dan tentunya saya harapkan ini menjadi bagian demokrasi kita yang terus bisa kita jaga. Walaupun terjadi perbedaan pendapat di dalamnya, namun tentu bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal utama stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama untuk betul-betul bisa menuju Indonesia Emas 2045, yang saat ini kita rasa kita semua sudah angka-angkanya on the track,” ujar Kapolri.

“Kita dengan negara-negara lain, Indonesia saya kira sudah sangat bagus ini harus dipertahankan. Beberapa negara menghadapi situasi resesi, termasuk negara maju, tapi Indonesia bisa mempertahankan. Ini tentunya modal yang harus terus kita jaga bersama,” sambung dia. [AbV/red]

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Berita Terbaru