Herman Deru: Silahkan Pulang Asalkan Mau Diisolasi

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2020 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru menanggapi bijak respon warganya yang pro dan kontra atas kebijakannya mengimbau perantau untuk tidak pulang kampung sementara waktu.

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru menanggapi bijak respon warganya yang pro dan kontra atas kebijakannya mengimbau perantau untuk tidak pulang kampung sementara waktu.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru menanggapi bijak respon warganya yang pro dan kontra atas kebijakannya mengimbau perantau untuk tidak pulang kampung sementara waktu.

Selaku pengambil kebijakan di Provinsi Sumsel, Ia menegaskan tidak melarang masyarakat atau dalam hal ini mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah untuk kembali ke daerah asal. Hanya saja syaratnya mereka juga harus mau dan bersedia menjadi rrang dalam pemantauan (ODP).

“Saya juga sudah dengar beberapa mahasiswa mau pulang kampung tapi sudah viral imbauan jangan balek dulu. Kita ada solusi karena sudah menyiapkan Jakabaring Sport City untuk masyarakat mengisolasi diri. kalau mereka mau dikarantina dulu tidak masalah, jadi ODP. Apalagi mereka datang dari daerah terpapar,” tegasnya usai memimpin langsung Diskusi online melalui aplikasi zoom mengenai Solusi peliputan media massa Provinsi Sumsel selama pandemi Covid-19, di Command Center Kantor Gubernur Sumsel

Menurutnya, daerah di seluruh provinsi Sumsel saat ini sudah terpapar oleh sebab itu tidak bisa menyeleksi individu dari daerah tertentu.

Baca Juga:  Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

“Jadi kalau mereka punya kesadaran para mahasiswa, monggo kalau mau pulang tapi dengan cara khusus mereka harus mengisolasi diri, karena masyarakat sudah sangat sadar bahwa jika ada orang datang dari rantauan ini ditolak sama warga bahkan sudah terjadi di beberapa daerah,” tuturnya

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Provinsi Sumsel yang telah mentaati setiap imbauan yang dibuat oleh pemerintah.

“Mulai dari peningkatan Sumsel status waspada sampai tanggap darurat, dan saat ini dengan himbauan jangan balek dulu yang viral dan punya dampak cukup signifikan untuk kedatangan orang di Provinsi Sumsel. terakhir kemarin di informasikan penurunan 71% di bandara dan kereta api 72% bahkan di hari ini PT KAI telah menutup pergi dan ke palembang,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Sumsel yang juga tinggal di Jakarta sejak 2012 silam, Novi Yulianti, 38 mengatakan justru memahami imbauan Gubernur Sumsel H.Herman Deru yang meminta warga Sumsel di perantauan tidak mudik sementara waktu ini.

Baca Juga:  NasDem Sumsel Run 2026 Gratis: 2.000 Slot Ludes Diserbu Masyarakat

” Menurut Saya imbauan itu bener juga. Karena kalau pulang kampung kasihan juga yang di daerah. Karena kita kan bisa saja menjadi jadi carrier. Sebaiknya memang ditunda sementara sampai kondisi membaik. Setelah itukan bisa pulang,” tuturnya.

Menurut wanita yang tinggal di Depok ini, pulang kampung adalah moment yang ditunggu-tunggu apalagi mendekati puasa. Namun demikian jika bisa mengancam kesehatan keluarga sendiri tentu lebih baik dihindari.

” Iya misal nih kita sehat, tapi kan bisa juga carrier. Jangan sampai mau pulang kampung justru senang sama keluarga tapi malah membawa masalah baru.,” jelasnya.

Novi sendiri mengaku tiap kali Lebaran mengusahakan mudik untuk bertemu keluarganya di kawasan Demang Lebar Daun. Namun dengan kondisi demikian menurutnya keluarga besar di Palembang juga pasti bisa memaklumi jika kali ini mereka absen mudik.

Laporan Ril/Akip

Berita Terkait

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Berita Terbaru