Harimau Resahkan Warga Tertangkap, HD: Mulailah ke kebon lagi dak usah takut

- Jurnalis

Selasa, 21 Januari 2020 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Box Trap yang dipasang pihak BKSDA Sumatera Selatan bulan Desember lalu akhirnya membuahkan hasil

Box Trap yang dipasang pihak BKSDA Sumatera Selatan bulan Desember lalu akhirnya membuahkan hasil

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Tertangkapnya harimau yang sempat meresahkan warga di beberapa kabupaten di Sumsel, Selasa (21/1/20) langsung ditanggapi Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Harimau yang selama ini mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang banyak sudah tertangkap di Desa Plakat, Ia pun meminta warga tidak lagi resah dan kembali aktif beraktivitas di kebun.

” Nah sekali ini macan (harimau) nian yang ketangkep bukan cak yang kemarin-kemarin. Fix karno langsung kubawa Kepala BKSDA nyo nian ke sini (kantor Gubernur). Jadi warga mulailah ke kebon lagi dak usah takut. Macan nganar (liar) nyo lah ditangkep,” ujar HD.

tertangkapnya harimau yang sempat meresahkan warga di beberapa kabupaten di Sumsel, Selasa (21/1/20) langsung ditanggapi Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Iapun meminta warga tidak lagi resah dan kembali aktif beraktivitas di kebun, Selasa (21/01/2020)
tertangkapnya harimau yang sempat meresahkan warga di beberapa kabupaten di Sumsel, Selasa (21/1/20) langsung ditanggapi Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Iapun meminta warga tidak lagi resah dan kembali aktif beraktivitas di kebun, Selasa (21/01/2020)

Selain melakukan aktivitas berkebun seperti biasa, HD juga menghimbau warga agar mulai membiasakan diri untuk menjaga hutan. Dengan cara tidak menebang pohon dan memburu hewan-hewan yang menjadi rantai makanan harimau.

” Kalau harimau yang di dalam hutan itu tidak masalah. Harimau itu biar tidak keluar dari habitatnya tentu rantai makanan harus terjaga. Domisilinya juga harus terjaga. makanya kita juga jangan lagi menebang pohon sembarangan di hutan dan menganggu rantai makanan mereka. ” tambah HD.

Baca Juga:  Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Menurut HD, penangkapan ini sengaja ingin Ia kabarkan ke masyarakat luas agar mereka menjadi lebih nyaman. Baik itu dalam beraktivitas sehari-hari maupun berkebun sebagai mata pencaharian utama warga.

Ia pun meminta kejadian sebelumnya dijadikan pembelajaran bersama untuk diantisipasi karena dampak yang ditimbulkan sangat luas. Hingga penurunan okupansi hotel, bahkan tingkat kunjungan wisata yang ikut menyusut terutama di Pagaralam.

Sementara itu Kepala BKSDA Provinsi Sumsel Genman S Hasibuan saat ditemui di ruang tamu Gubernur Sumsel membenarkan bahwa timnya berhasil menangkap salah seekor harimau yang selama ini diduga meresahkan warga pagi tadi sekitar pukul 07.30 wib.

Sebelum masuk ke box trap (perangkap) yang dipasang tim di lapangan, box trap menurutnya sudah diisi umpan berupa seekor kambing. Saat ini kata Genman pihaknya tengah melakukan proses resque untuk harimau tersebut.

“Kebetulan di Sumsel ini tidak ada temoat rescue nya jadi rencananya akan kita bawa ke Lampung,” jelasnya.

Selanjutnya nanti di ousat rescue itu harimau ini akan ditangani oleh dokter hewan khusus. Untuk kemudian diambil feses dan darahnya guna mengetahui apakah benar memang harimau ini yang meneror warga beberapa bulan terakhir.

“Akan dicek dulu darah dan fesesnya untuk memastikan apakah memang harimau inilah yang membuat resah masyarakat selama ini,” tambah Genman.

Lebih jauh kata Genman dari jejak-jejak yang didapat timnya di lapangan terutama terakhir di Kecamatan Semendo Darat Ulu di Desa Plakat pihaknya memang memasang 2 box trap. Masing-masing trap tersebut diberi jarak 1 kilometer dan berhasil memancing satu harimau masuk.

Baca Juga:  Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

” Kalau berdasarkan jejak kaki yang ada mudah-mudahan itu harimau satu-satunya. Karena langsung masuk box trap jadi harumau ini tidak dibius sebab pembiusan juga harus ada SOP nya dan tidak disarankan dokter. Setelah ditangkap dokter menyarankan Box trapnya langsung ditutup terpal supaya harimaunya tidak stres,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir warga di beberapa lokasi seperti Pagaralam, Lahat dan Semendo sempat dicekam ketakutan lantaran beberapa warga dilaporkan tewas dimangsa hewan mamalia tersebut. Sejumlah upaya juga dilakukan Pemprov dan BKSDA untuk menciptakan rasa aman warga termasuk memasang box trap untuk menangkap harimau. (Akip)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB