Hambat Laju Aliran, Sampah dan Eceng Gondok Sungai Aur ‘Wipeout’

- Jurnalis

Senin, 14 Agustus 2023 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah [Dinas PUPR] Palembang bersama masyarakat membersihkan sampah dan eceng gondok yang menghambat laju alur Sungai Aur

Pemerintah [Dinas PUPR] Palembang bersama masyarakat membersihkan sampah dan eceng gondok yang menghambat laju alur Sungai Aur

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Usaha keras pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan aliran sungai dari ketersendatan akibat tanaman eceng gondok dan sampah yang dibuang sembarangan, terus dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ir H Ahmad Bastari Yusak MT IPM ASEAN-Eng, mengatakan bahwa pembersihan kali ini difokuskan ke aliran Sungai Aur di Jalan Tembok Baru Lorong Sepakat Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sebab budaya gotong royong yang dilakukan warga RT 11, 12, 13, 14, 15, 16 RW 03 dan RT 17 RW 04 Kelurahan 9-10 Ulu masih terjalin baik,” ujar Ahmad Bastari kepada awak media ini, Minggu (13/8/2023).

Karena itu, Bastari dan tim dari Dinas PUPR Kota Palembang secara ikhlas terjun ke lapangan bersama masyarakat.

Dengan mengenakan pakaian kerja lapangan, tanpa segan-segan Bastari terjun ke Sungai Aur untuk ikut membersihkan eceng gondok dan sampah lainnya yang menghambat aliran sungai.

Baca Juga:  DPRD Palembang Bilang PT Green SM "Ngampuk" Jangan Seenaknya Meski Punya "Orang Kuat"

“Bersih-bersih Sungai Aur ini kita lakukan untuk mengantisipasi banjir yang biasa terjadi di bulan September. Karena itu kami dan masyarakat secara bahu-membahu membersihkan sungai ini,” ujar Bastari dengan tubuh diperciki lumpur Sungai Aur.

Alhasil sampah dan eceng gondok yang menghambat laju aliran sungai Aur tersebut ‘Wipeout‘ [Tersapu bersih].

Menurut dia, aktivitas pekerjaan itu memang harus dilakukan secara cepat. Sebab bulan depan, sudah memasuki iklim musim hujan.

Menurut Bastari, karena terjadinya hambatan sungai akibat timbunan sampah dan eceng gondok, maka terjadilah sedimentasi yang membuat dasar sungai menjadi dangkal.

“Inilah yang akan mengancam kawasan sungai itu terjadi banjir. Maka dengan cepat kami dan masyarakat setempat secara bersama mengangkat sampah dan eceng gondok dari kawasan sungai,” katanya.

Baca Juga:  "Enjoy" Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Maka dalam kegiatan itu masyarakat diimbau untuk bekerja keras, bekerja cerdas, tuntas, dan ikhlas.

“Alhamdulillah, aliran sungainya sekarang sudah lancar. Semoga tak akan terjadi banjir jika musim hujan tiba pada bulan September nanti,” ujar Bastari.

Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila aktivitas gotong-royong seperti itu tidak dilakukan setiap minggu.

Sebab setiap kegitan itu dilakukan, kata Bastari, berapa ton sampah yang diangkat dari saluran air, akan menghambat kelancaran alur sungai. “Kalau tidak rajin dibersihkan, Masya Allah, banjir pasti akan terjadi,” ungkapnya.

Secara nonfisik, katanya, ini tak bisa dinilai dengan apapun. Karena itu Bastari membuka kesadaran warga agar pola pikir mereka akan tetap peduli untuk menjaga kebersihan sungai. “Artinya, mereka tidak akan membuang sampah sembarangan ke sungai,” ujar Bastari menutup perbincangan. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya
Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat
ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:14 WIB

40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Berita Terbaru