Grand Livina Berenang di Simpang 3 Ulak Lebar, Kok Bisa!

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1 unit mobil Grand Livina bernopol BE 2757 BP harus terendam air di jalan Underpass simpang 3 Ulak Lebar

1 unit mobil Grand Livina bernopol BE 2757 BP harus terendam air di jalan Underpass simpang 3 Ulak Lebar

WIDEAZONE.COM, LAHAT — Tak adanya rambu rambu peringatan yang terpasang pada underpass yang berada di jalan Lintas Sumatera tepatnya di desa Manggul perbatasan desa Ulak Lebar Kecamatan Lahat Sumatera Selatan, menyebabkan 1 unit mobil terendam di kedalaman 4 hingga 5 meter pada Kamis malam pukul 18.30 WIB, (22/10/2020).

Kejadian itu dialami pengendara H Tohir warga Kabupaten Empat Lawang yang mengendarai mobil Grand Livina bernopol BE 2757 BP, saat mobilnya melintas di jalan Lintas Sumatera, tiba tiba dia terjebak masuk ke dalam underpass yang penuh dengan genangan air sedalam kurang lebih 5 meter.

Dari pantauan Wideazone.com, pengendara mobil (Tohir) beruntung masih sempat menyelamatkan diri, dalam keadaan panik ia berusuaha keluar dari dalam mobil yang telah terendam air.

Baca Juga:  Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

“Saya dari Lampung hendak menuju Kabupaten Empat Lawang. Ketika berada di simpang 3 Ulak Lebar tidak ada petunjuk rambu rambu yang menyatakan jalan underpass banjir atau tidak bisa dilalui. Ya, seketika itu saya lewati saja, saya pikir airnya tidak dalam? Eh ternyata genangan airnya dalam hingga saya mencoba untuk mundur kembali tidak bisa lagi,” ungkap Tohir saat dijumpai Wideazone.com dan Zoom Post di lokasi.

Tohir menyayangkan kelalaian pemerintah setempat, khususnya Dishub kabupaten Lahat beserta instansi terkait yang tidak memasang rambu rambu petunjuk atau menutup palang sebelum masuk underpas. “Yang kita takutkan akan mejimy korban pengendara lain, saya rasa korban di jalan Underpass ini tak hanya saya saja. Mungkin sudah banyak mobil yang terjey di sini,” ujarnya.

Baca Juga:  Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Ia pun berharap Pemkab Lahat lebih merespon untuk memperbaiki jalan underpass ini.

Peristiwa terendamnya kendaraan mobil terjadi pada pukul 18.30 WIB, korban menunggu selamanya 3 jam hingga mobil untuk menarik akhirnya datang.

Untuk diketahui, Underpass yang terletak di Manggul dan berbatas dengan desa Ulak Lebar selalu terendam air saat musim hujan. Hal itu disebabkan posisi jalan itu lebih rendah dan tidak terdapat saluran pembuangan air.

Laporan Agustin – Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:22 WIB

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Berita Terbaru