banner 2560x598

banner 2560x598

Dirut PTBA Tegaskan ESG Syarat Utama Going Concern

  • Bagikan
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto dalam acara Workshop ESG Management System yang dilaksanakan secara Hybrid dengan mematuhi protokol kesehatan, Selasa [30/11/2021].
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto dalam acara Workshop ESG Management System yang dilaksanakan secara Hybrid dengan mematuhi protokol kesehatan, Selasa [30/11/2021].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, TANJUNG ENIM | Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto menegaskan bahwa Environmental, Social, Governance [ESG] merupakan syarat utama bagi perusahaan agar memiliki going concern ke depannya.

“Tidak hanya berpikir apa yang akan dilakukan hari ini tapi juga harus berfikir tentang Perusahaan ini ke depan bagaimana perusahaan ini akan sustain,” ungkap Suryo dalam acara Workshop ESG Management System yang dilaksanakan secara Hybrid dengan mematuhi protokol kesehatan, Selasa [30/11/2021].

Suryo mengatakan ESG harus sudah tertanam dalam hati setiap pegawai dalam menjalankan pekerjaannya. “Environmental dari ESG sudah kita tuangkan dalam visi kita yaitu sebagai perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Dari visi tersebut, peduli lingkungan, ESG-nya harus ada di dalam,” ujarnya.

\Acara Workshop ESG Management System yang dilaksanakan secara Hybrid dengan mematuhi protokol kesehatan, Selasa [30/11/2021].
Acara Workshop ESG Management System yang dilaksanakan secara Hybrid dengan mematuhi protokol kesehatan, Selasa [30/11/2021].

Sebagai anggota dari holding BUMN pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk [PTBA] menegaskan komitmen penerapan ESG dalam menjalankan bisnis perusahaan yang berkelanjutan dan mendukung ketahanan energi nasional. 

PTBA memastikan penerapan regulasi internasional yang mengacu kepada Pedoman United Nation Sustainability Development Goal’s [UN SDG’s], ESG dan prinsip penambangan International Council on Mining and Metals [ICMM] yang telah konsisten diterapkan pada seluruh proses bisnis di Perusahaan.

Penerapan ESG ini sekaligus langkah konkrit PTBA dalam merespon tuntutan global terkait Perubahan Iklim dan dukungan terhadap target Net Zero Carbon yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia. 

Wujud komitmen terhadap isu Perubahan Iklim juga telah ditunjukkan dengan kerjasama strategis antara PTBA dengan lembaga CDP dalam bentuk pendampingan penyusunan Laporan CDP-Climate Change PTBA yang akan dipublikasikan di awal bulan Desember 2021.

Sementara untuk unsur Sosial, PTBA juga memiliki rangkaian program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah program pengentasan kemiskinan yang diluncurkan November lalu, untuk memberantas kemiskinan di wilayah Lawang Kidul, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. 

“Kegiatan bisnis PTBA semuanya hampir berada di Lawang Kidul. Bentuk kepedulian sosial ini harus dilatarbelakangi secara filosofi dan pemahaman secara mendasar, me-manage kepedulian sosial harus dari hati, jangan sampai masih ada yang miskin di sekitar tambang kita.” tuturnya.

Unsur governance, ujar Suryo yang paling esensial adalah integritas. Terkait integritas ini selalu ditekankan berkali-kali dalam setiap kegiatan.

Berbicara terkait ESG, sambung Dirut PTBA ini, juga berkaitan dengan sustainability terhadap lingkungan, kehidupan sosial sekitar kita dan sustainability terhadap bisnis perusahaan di mana sistem ESG ini hanya sebuah langkah untuk menuju tiga sustanability tersebut.

Pada agenda ini juga diisi dengan sharing session terkait kilas balik ESG 2021 dan Outlook ESG 2022, Paparan terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [TJSL] oleh Satuan Kerja CSR, Program Pengentasan Kemiskinan oleh Tim Pengentasan Kemiskinan, Risiko Korporat dan Workshop Penyusunan Kertas Kerja ESG Stock Code mengacu pada Program Kerja RKAP 2021, Program Kerja 2022 dan rencana lima tahun ke depan. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *