WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ketu EXCO Partai Buruh Sumatera Selatan, Ali Hanafiah menyebut posisi buruh sedang berada di bawah. Omnibuslaw yang dilahirkan oleh pemerintah memang menjadi kebijakan yang cukup menohok bagi kaum buruh.
“Terutama imbas dari upah yang kita prediksi ketika sebelumnya. Lahirnya Omnibuslaw yang akan memangkas kepentingan buruh terkait masalah upah, PHK dan kepastian bekerja mereka lebih tidak terjamin karena kontrak kontrak itu malahan dilegalisasi di Undang Undang Cipta Kerja,” ungkap Ali saat dibincangi Catatan Jurnalis di kanal YouTube Riza Vahlevi, dikutip Selasa [20/09/2022].
Ali Hanafiah mengatakan pasca kebijakan tersebut, kenaikan kenaikan yang diberlakukan oleh pemerintah hingga harga BBM ini sangat menindas bagi kita [buruh].
“Karena dampaknya terhadap sembilan bahan pokok, kenaikan biaya transportasi, dan biaya biaya lainnya akan melambung tinggi, akhirnya tidak terkendali. Sehingga bagaimana kenaikan upah bagi buruh yang tidak naik tahun ini? jelasnya.
Seperti kemarin, ujar Ali, saat turun ke jalan bukan ingin ribut, tapi disayangkan karena kita sudah dihalau dengan kawat berduri padahal kita ingin menyampaikan aspirasi.
“Artinya, lembaga lembaga yang semestinya peduli terhadap hal itu, namun dari mereka pun terjadi penolakan terhadap apa yang kita suarakan. Bersyukur emosi buruh masih saat itu masih terkendali,” ucapnya.
“Buruh tidak minta muluk muluk ingin kaya raya, kalau kebutuhan dasar terpenuhi sebenarnya tidak ada masalah. Bayangkan upah tidak naik, dua tahun terakhir ini, harga semuanya naik dan daya beli masyarakat tidak terukur lagi,” tambahnya.
Buruh memang bagian dari masyarakat Indonesia. 80 persen dari rakyat kita adalah buruh. “Kita akan terus melakukan upaya penolakan terhadap kebijakan kenaikan BBM ini, tapi catatan kita anti kekerasan. Sepanjang kebijakan itu menyengsarakan rakyat maka akan disuarakan,” tegasnya.
Editor Abror Vandozer


![Aksi demonstrasi Buruh bersama Mahasiswa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak [BBM] di Simpang Lima DPRD Sumsel pada Kamis [08/09/2022]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2022/09/IMG_20220919_224938_copy_800x404.jpg)
![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)





![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)







![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

