BSSN: CSIRT Langkah Krusial, Hindari “Anomali”

- Jurnalis

Kamis, 21 Oktober 2021 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Walikota Palembang H Harnojoyo meresmikan Computer Security Incident Respons Team [CSIRT] Palembang, Kamis [21/10].

Walikota Palembang H Harnojoyo meresmikan Computer Security Incident Respons Team [CSIRT] Palembang, Kamis [21/10].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Hari ini, Walikota Palembang H Harnojoyo meresmikan Computer Security Incident Respons Team [CSIRT] Palembang, Kamis [21/10].

Hadirnya CSIRT Palembang bertugas untuk menghalau dan mengantisipasi ancaman keamanan operasi Pemerintah Kota Palembang yang terhubung dengan dunia maya.

“Kalau kita tidak menggunakan teknologi informasi, kita akan ketinggalan,” kata Harnojoyo dalam keterangannya.

Walikota Palembang ini berpendapat bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan meningkatkan keamanan secara maksimal.

Upaya menghindari “anomali” yang dapat merugikan Pemerintah, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Badan Siber dan Sandi Negara [BSSN] Hasto Prastowo mengatakan bahwa pembentukan CSIRT merupakan langkah yang krusial.

Baca Juga:  TMMD/129 Kodim Palembang Rehab RTLH Ibu Sriyanti Masuk Tahap Finishing 

“Ada sekitar 800 juta anomali serangan siber di Indonesia pada 2021. Dengan terbentuknya tim CSIRT di seluruh Indonesia, Semua yang ada di dalam tim bisa saling memberi informasi dan bekerja sama untuk menangatasinya,”.

Tim respons insiden keamanan komputer ini ditugasi untuk mengoperasikan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden keamanan, didirikan di berbagai Kabupaten / Provinsi serta kota dengan berpusat di Gov-CSIRT Indonesia.

CSIRT Palembang sekarang beranggotakan kurang lebih 20 orang yang terdiri dari anggota Kominfo yang bekerjasama dengan BSSN untuk mendukung instansi Pemerintah lain yang membutuhkan bantuan teknis.

Baca Juga:  Penutupan TMMD ke-129 Dihadiri Pramuka Binaan Kodim 0418/Palembang

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kadiskominfo] kota Palembang, Edison menjelaskan pentingnya mempereketat baris pertahanan terhadap serangan yang terus terjadi pada sistem online daerah Palembang.

“Kita harus terus meningkatkan sistem keamanan di jaman teknologi, terbentuknya tim ini bukan hanya untuk pemerintah saja namun tentunya semua lapisan di Bidang keamanan”.

Keamanan bukan eksklusif untuk Pemerintah, masyarakat juga memerlukan edukasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga data dan perangkat pribadi.

Sinergi masyarakat-Pemerintah, tambah Hasto dapat menjadi kunci perlindungan yang berlanjut dan menyeluruh.

Berita Terkait

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:22 WIB

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Berita Terbaru