banner 2560x598

banner 2560x598

BSSN: CSIRT Langkah Krusial, Hindari “Anomali”

  • Bagikan
Walikota Palembang H Harnojoyo meresmikan Computer Security Incident Respons Team [CSIRT] Palembang, Kamis [21/10].
Walikota Palembang H Harnojoyo meresmikan Computer Security Incident Respons Team [CSIRT] Palembang, Kamis [21/10].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Hari ini, Walikota Palembang H Harnojoyo meresmikan Computer Security Incident Respons Team [CSIRT] Palembang, Kamis [21/10].

Hadirnya CSIRT Palembang bertugas untuk menghalau dan mengantisipasi ancaman keamanan operasi Pemerintah Kota Palembang yang terhubung dengan dunia maya.

“Kalau kita tidak menggunakan teknologi informasi, kita akan ketinggalan,” kata Harnojoyo dalam keterangannya.

Walikota Palembang ini berpendapat bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan meningkatkan keamanan secara maksimal.

Upaya menghindari “anomali” yang dapat merugikan Pemerintah, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Badan Siber dan Sandi Negara [BSSN] Hasto Prastowo mengatakan bahwa pembentukan CSIRT merupakan langkah yang krusial.

“Ada sekitar 800 juta anomali serangan siber di Indonesia pada 2021. Dengan terbentuknya tim CSIRT di seluruh Indonesia, Semua yang ada di dalam tim bisa saling memberi informasi dan bekerja sama untuk menangatasinya,”.

Tim respons insiden keamanan komputer ini ditugasi untuk mengoperasikan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden keamanan, didirikan di berbagai Kabupaten / Provinsi serta kota dengan berpusat di Gov-CSIRT Indonesia.

CSIRT Palembang sekarang beranggotakan kurang lebih 20 orang yang terdiri dari anggota Kominfo yang bekerjasama dengan BSSN untuk mendukung instansi Pemerintah lain yang membutuhkan bantuan teknis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kadiskominfo] kota Palembang, Edison menjelaskan pentingnya mempereketat baris pertahanan terhadap serangan yang terus terjadi pada sistem online daerah Palembang.

“Kita harus terus meningkatkan sistem keamanan di jaman teknologi, terbentuknya tim ini bukan hanya untuk pemerintah saja namun tentunya semua lapisan di Bidang keamanan”.

Keamanan bukan eksklusif untuk Pemerintah, masyarakat juga memerlukan edukasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga data dan perangkat pribadi.

Sinergi masyarakat-Pemerintah, tambah Hasto dapat menjadi kunci perlindungan yang berlanjut dan menyeluruh.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *