WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumatera Selatan menolak wacana jabatan tiga periode Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan itu dilontarkan saat menggelar Aksi Serentak Daerah di simpang lima DPRD Provinsi Sumsel, Kamis [7/4/2022].
Pantauan di lapangan, lebih kurang 1000 mahasiswa, dalam orasinya menyampaikan menolak jabatan Presiden tiga periode yang syarat inkonstitusional [tidak konstitusi].
Salah satu massa aksi, M Thio Amartha, mahasiswa dari Politeknik Sriwijaya ini mengatakan kami sebagai mahasiswa menolak rencana jabatan Presiden dijadikan tiga periode. “Tak hanya itu kebijakan akan kenaikan bahan pokok, PPN serta naiknya harga bahan bakar minyak [BBM] menjadi salah satu tuntutan dari 11 tuntutan yang kami suarakan,” ungkap Thio saat ditemui Wideazone.com di barisan aksi mahasiswa, Kamis [7/4].
Kami harap, ujar Thio aspirasi yang suarakan ini dapat didengar langsung oleh Pemerintah. “Namun, paling utama, kami menolak akan jabatan tiga periode,” pungkasnya. [Abror Vandozer]



![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)





![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)







![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

