Akses Jalan PT Hijau Lestari Banyuasin Ditutup, Puluhan Supir Truk Terdampar Kelaparan

- Jurnalis

Jumat, 14 Maret 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pulahan supir truk terdampar, akibat akses masuk menuju PT Hijaiu Lestari Banyuasin diduga ditutup sejumlah preman.

Kondisi pulahan supir truk terdampar, akibat akses masuk menuju PT Hijaiu Lestari Banyuasin diduga ditutup sejumlah preman.

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Akses jalan menuju PT Hijau Lestari Banyuasin Sumatera Selatan diduga ditutup sejumlah preman.

Penutupan akses jalan ini berada di Jalan Sabar Jaya, Desa Pematang Palas, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin Sumsel, pada Rabu siang 12 Maret 2025 hingg saat ini Jumat 14 Maret 2025.

Aksi tersebut berdampak terhadap 38-an lebih supir truk yang terdampar berhari-hari di jalan, bahkan terancam kelaparan.

Ditutupnya jalur masuk armada secara sepihak, terlebih terdapat tuangan pemberitahuan tanah seluas 168.300 m2 atau 16.83 hektare dalam pengawasan advokat.

Dilarang memasuki atau beraktivitas di lokasi sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau telah terjadi perdamaian antara kami dengan PT Hijau Lestari tersebut.

Baca Juga:  Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

“Benar pak, untuk penutupan ini belum diketahui jelas apa permasalahannya. Namun puluhan supir truk terancam kelaparan di jalan dan susah mencari buka puasa,” kata seorang sopir truk A.

Dia berharap kepada aparat kepolisian agar membubarkan dugaan aksi premanisme di tempat kejadian perkara [TKP].

“Saya harap para supir dan karyawan pabrik, bisa kembali melakukan kegiatan usaha masing-masing,” ujarnya.

Sementara, Humas PT Hijau Lestari Heri Wahyudi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penutupan akses jalan menuju pabrik tersebut. “Benar mas, ada penutupan akses jalan menuju pabrik itu,” ungkapnya.

Kalau penyebabnya, jelas Heri, masalah akses tanah yang belum jelas menuju PT Hijau Lestari.

Baca Juga:  Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

“Para sopir ini dihadang dan tidak bisa maju atau mundur,” sebutnya.

Dia berharap kepada pihak terkait lainnya untuk membuka akses jalan di lokasi tersebut.

“Kasian para supir dan karyawan PT Hijau Lestari mau kerja gimana? Kalau ditutup akses jalan terpaksa para karyawan mogok kerja pak,” jelas Heri Wahyudi.

Akibat penutupan jalan, diduga oleh sekelompok preman ini mengakibatkan pabrik tidak dapat memasok bahan baku untuk produksi sehingga pabrik terancam lumpuh tidak dapat beroperasi sehingga ribuan karyawan pabrik terancam dirumahkan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media mencoba mengonfirmasi pihak aparat kepolisian terkait penutupan akses jalan tersebut namun belum mendapat respon. [AbV/dw]

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Berita Terbaru