Afrian Joni: Potensi Komoditas Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

- Jurnalis

Sabtu, 24 April 2021 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel H Afrian Joni SE MM usai acara Rakor didampingi Kadis Ketahanan Pangan Sumsel Ruzuan Effendi dan Kadis Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel H Afrian Joni SE MM usai acara Rakor didampingi Kadis Ketahanan Pangan Sumsel Ruzuan Effendi dan Kadis Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Rapat koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan temu bisnis antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dengan Pemprov Riau dalam rangka kerjasama antar daerah (KAD) terutama pemasaran komoditas beras dan komoditas lainnya diselenggarakan di hotel Swarna Dwipa, Jumat (23/4/2021), siang.

“Rakor ini terselenggara atas dasar kerjasama antar daerah dengan beberapa Provinsi yang telah disepakati dan dituangkan dan ditandatangani dalam MoU oleh Gubernur se Sumatera dalam rangka meningkatkan salah satunya pertumbuhan ekonomi. Kami dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) menginisiasi agar kesepakatan Gubernur tersebut dapat diimplementasikan, kita punya potensi komoditi, potensi produk antara lain beras, jagung, kopi, beras organik dan ada produk produk industri kecil menengah yang bisa kita promosikan,” ungkap Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel H Afrian Joni SE MM usai acara Rakor didampingi Kadis Ketahanan Pangan Sumsel Ruzuan Effendi dan Kadis Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali.

Dikatakan Afrian Joni, ini akan tumbuh bisniskan dengan Pemprov Riau dan terkhusus lagi agen, supplier atau orang orang yang berkepentingan dengan komoditi tersebut dan di Bangka Belitung (Babel). “Jadi dua Provinsi ini yang akan kita lakukan untuk kerjasama antar daerah. Tadi sudah mengerucut, rekan rekan TPKAD akan menginventarisir potensi potensi yang dimaksud,” ujarnya.

Baca Juga:  Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Untuk komoditi utama yakni beras, tapi juga boleh produk sampingan, ada jagung, kopi, dan beberapa komoditi potensial produk industri kecil. “Kita jangan terlalu banyak produk dan komoditi, tapi harus benar benar dapat kita lakukan KAD,” kata Joni.

Terkait perolehan yang didapat Sumsel, salah satunya adalah menjaga stabilitas harga dan itu merupakan program tim inflasi daerah itu pertama, kedua ada uang masuk, otomatis akan menambah jumlah keuntungan bagi kita dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

“Salah satu antisipasi dampak persoalan komoditas tentu Pemprov Sumsel telah mempersiapkan strategi yaitu dengan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ketika terjadinya suplai tinggi, BUMD dapat melakukan intervensi, pemerintah bisa melakukan satu penugasan untuk menjaga stabilitas harga. Idealnya seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Menyoal ketersediaan komoditas ketika terjadinya transaksi dengan Riau dan Babel, ujar Ruzuan Effendi menyambung dari Afrian Joni, tak perlu khawatir dari tahun ke tahun kalo terkait stok komoditas yaitu beras, kita selalu surplus makanya Sumsel ini dijuluki Lumbung Pangan. “Dari data pertanian tadi diketahui kita selalu surplus 2 juta ton/tahun dari produk kita karena yang dikonsumsi seluruh masyarakat Sumsel hanya 800 ribu ton, karena perkapita mengkonsumsi per orang hanya 98 kilogram/tahun rata rata,” jelasnya.

Ini merupakan peluang kita, kata Effendi dari Dinas Ketahanan Pangan Sumsel, untuk memasarkan, sehingga kestabilan harga tetap terjamin.

Sementara, untuk tindakan stabilitas harga, jelas Rizaldi, harga di wilayah Sumsel masih dalam tahap normal sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). “Apabila ditemukan adanya penimbunan dari salah satu produk maka dipastikan sanksinya pidana,” tegasnya singkat.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Berita Terbaru