ERA baru pemerintahan Afghanistan dalam kekuasaan Taliban menjadi sorotan dan perhatian dunia internasional.
Tak hanya China yang memberikan perhatiannya dengan memberikan bantuan sebesar US$31 juta atau setara dengan Rp442 miliar, Rusia pun akan mengirimkan duta besarnya dalam acara pelantikan pemerintah Afghanistan era Taliban.
Sementara itu, negara-negara lain masih menimbang dan memantau perkembangan situasi untuk memutuskan hal tersebut.
Seperti halnya, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengungkapkan negaranya akan terus bekerja sama dengan Indonesia mencegah Afghanistan menjadi sarang teroris.
Keinginan Australia itu, disampaikan Payne dalam sambutan pidatonya di webinar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Kamis (9/9).
“Kita harus terus memperkuat kerja sama ini, kita tidak bisa membiarkan Afghanistan menjadi tempat berkembang biak atau rantai penyebaran terorisme lagi. Tidak sebagai komunitas internasional, tidak sebagai individu, bangsa, dan tidak sebagai wilayah terorisme,” ujar Payne.
Ia menegaskan negaranya akan terus bekerja dengan Indonesia dan mitra internasional lainnya untuk meminta pertanggungjawaban Taliban. “Komitmen penuh, atas kata-kata mereka,” ujarnya.
Selain itu, Payne menyampaikan bahwa kondisi di Afghanistan saat ini memprihatinkan. Ia pun khawatir Taliban akan menerapkan aturan yang kaku dan ketat, terutama bagi kaum perempuan, seperti ketika kelompok itu berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001.
Selain terorisme, Payne juga menyoroti beberapa fokus ancaman keamanan yang dapat berkembang di Afghanistan setelah negara itu dikendalikan Taliban, yakni perdagangan narkoba hingga pelanggaran hak asasi manusia, terutama terhadap kaum perempuan dan anak perempuan, seperti yang dilansir dari CNN Indonesia.
Sebab, Afghanistan saat ini masih tetap menjadi pemasok opium ilegal terbesar di dunia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dan hal itu diprediksi akan terus meningkat ketika Taliban berkuasa.
Saat ini, negara-negara dunia memang sedang terus mengamati gerak-gerik Taliban membentuk pemerintahan. Sejak mengambil alih kekuasaan pada 5 Agustus lalu, mereka berjanji akan membentuk pemerintahan yang inklusif dan lebih moderat.
Sumber CNN Indonesia




![Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri [[PN] Kelas IA Khusus Palembang, Kamis 24 September 2026, Jaksa Penuntut Umum [JPU] Kejati Sumsel menghadirkan tiga saksi dari internal SMBR.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260924-WA0010-225x129.jpg)


![Sidang lanjutan gugatan perdata krisis air bersih tersebut digelar di Pengadilan Negeri [PN] Palembang, Selasa 22 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260923-WA0001-225x129.jpg)


![Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri [[PN] Kelas IA Khusus Palembang, Kamis 24 September 2026, Jaksa Penuntut Umum [JPU] Kejati Sumsel menghadirkan tiga saksi dari internal SMBR.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260924-WA0010-129x85.jpg)


![Sidang lanjutan gugatan perdata krisis air bersih tersebut digelar di Pengadilan Negeri [PN] Palembang, Selasa 22 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260923-WA0001-129x85.jpg)



![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)

