Dirintelkam Polda Sumsel Bagikan 200 Sembako untuk Komunitas Ojol

- Jurnalis

Selasa, 27 Juli 2021 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirintelkam Polda Kombes Pol Ratno Kuncoro Sumsel Bagikan 200 Sembako, Masker dan Stiker Penerapan Prokes untuk Komunitas Ojol

Dirintelkam Polda Kombes Pol Ratno Kuncoro Sumsel Bagikan 200 Sembako, Masker dan Stiker Penerapan Prokes untuk Komunitas Ojol

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pengetatan dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV berdampak besar bagi masyarakat terutama pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan Ojek Online (Ojol). 

Akibat PPKM tersebut membuat pendapatan pengendara ojek online di Kota Palembang menurun signifikan.

Namun para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas ini, berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan menekan kasus penyebaran COVID-19.

Dirintelkam Polda Kombes Pol Ratno Kuncoro Sumsel Bagikan 200 Sembako, Masker dan Stiker Penerapan Prokes untuk Komunitas Ojol
Dirintelkam Polda Kombes Pol Ratno Kuncoro Sumsel Bagikan 200 Sembako, Masker dan Stiker Penerapan Prokes untuk Komunitas Ojol

Guna membantu pengemudi ojek online, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro memberikan bantuan berupa 200 paket sembako, masker dan stiker kepada pengendara ojek online. 

Baca Juga:  Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Selain itu, Dirintelkam Polda Sumsel bersama Pengemudi ojek online mendatangi rumah makan untuk menempelkan stiker penerapan prokes COVID-19.

Polda Sumsel mengapresiasi para Pengemudi ojek online yang berinisiatif untuk turut mensosialisasikan kepada pelanggan dan rumah makan agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kami mendapatkan pesan dari Kapolda, Kapolri untuk Polri-TNI, Pemerintah untuk selalu maksimalkan kegiatan kegiatan pemberitahuan sosial kepada masyarakat, komunitas dan juga kita sudah sering melakukan pertemuan pertemuan dengan berbagai komunitas, salah satunya Komunitas pengemudi ojek online,” ungkap Kombes Pol Ratno Kuncoro, Selasa (27/7) malam.

Baca Juga:  ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Dikatakan Dirintelkam, kita tahu pengemudi ojek online, komunitas yang paling terdampak saat pandemi ini, karena adanya pembatasan mobilitas, aktivitas, “Tapi kita berusaha untuk mencari solusi yang terbaik. Tadi ada hal yang disampaikan mereka, kita akan coba akomodir untuk bicarakan dengan instansi terkait masalah pembatasan,” ujarnya. 

Intinya, sambung Kombes Pol Ratno Kuncoro, pemerintah berkeinginan  kehidupan ekonomi dapat berjalan namun prokes tetap ketat. “Kenapa? karena hal itu yang bisa kita lakukan saat ini. Termasuk program vaksinasi yang telah kita jalankan,” tuturnya.

Berita Terkait

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terbaru