Terjadi Kenaikan Harga Jelang Nataru, ini kata Kadisperdag Sumsel

- Jurnalis

Sabtu, 19 Desember 2020 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Drs Iwan Gunawan Syahputra MSi

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Drs Iwan Gunawan Syahputra MSi

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Rapat koordinasi daerah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dalam rangka menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) digelar di Hotel Swarna Dwipa, Jumat (18/12/20).

Rapat tersebut dibuka Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar.

Nasrun Umar mengatakan, atas nama Pemprov Sumsel sangat mengapresiasi pasar murah yang dilakukan Dinas Perdagangan. “Itu sangat baik. Namun titik distribusinya harus tepat sasaran. Karena kalau salah titik lokasi pasar murahnya, maka manfaatnya tidak maksimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nasrun Umar mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak baik dari swasta, OPD dan seluruh stakeholder yang ikut membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Kepada instansi vertikal terima kasih, atas sumbangsihnya dalam menjaga stabilitas pangan di Sumsel untuk mencapai misi Sumsel maju untuk semua,” ucap Nasrun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Kadisperdag) Provinsi Sumsel Iwan Gunawan menuturkan, rapat hari ini sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional yang dilaksanakan di Bali pada 26 November lalu yang dipimpin langsung Menteri Perdagangan, dan kita diperintahkan menindaklanjutinya dengan melaksanakan Rakorda.

Baca Juga:  Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

“Hari ini kita laksanakan Rakorda yang dibuka Bapak Sekda Provinsi Sumsel. Pak Sekda menekankan agar stok pangan aman, dan distribusinya lancar. Alhamdulilah laporan dari kabupaten dan kota serta Bulog, untuk Sumsel stok dan distribusi pangan aman dan terkendali,” katanya.

Kendati demikian, Iwan Gunawan mengakui, ada yang beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya seperti minyak goreng berkisar Rp13 hingga 14 ribu perkilogram, dan daging ayam Rp32 ribu perkilogram.

“Untuk harga daging berkisar Rp110-120 ribu perkilogram. Dan untuk diketahui masyarakat, daging beku itu lebih murah harganya Rp90 ribu perkilogram. Bahkan dari Dinas Ketahanan pangan sudah menyatakan daging beku itu halal, sesuai syariat islam dan lebih sehat dan aman dikonsumsi,” katanya.

Baca Juga:  Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

“Untuk kenaikan telur dan ayam itu situasional saja karena permintaan meningkat. Karena menjelang Natal dan tahun baru, nanti awal Januari harganya akan normal lagi. Tugas kita Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, dan Satgas Pangan menjaga stok pangan dan stabilitas harga. Kalau ada yang berani menimbun pangan, kami gabungan Satgas Pangan siap menindaknya,” beber Iwan.

Ketika ditanya terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg, Iwan Gunawan menegaskan, akan segera berkoordinasi dengan Pertamina MOR II Sumbagsel untuk mengecek titik mana yang mengalami kelangkaan.

“Kita akan turun mengecek kelapangan, jangan sampai gas elpiji 3 kg untuk masyarakat kurang mampu dan UMKM dipakai oleh restoran besar. Kan ada tulisan, gas elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin. Kalau restoran pakai gas elpiji 3 kg, jelas itu melanggar aturan dan ada sanksinya,” tutupnya.

Laporan Akip

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar
Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026
‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB

Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 22:14 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Berita Terbaru