Arca Megalitik, Berbentuk Pemujaan untuk Arwah Leluhur

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2020 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arca Megalitik

Arca Megalitik

BAGI pelajar, ketika datang ke Museum Negeri Sumatera Selatan Palembang, mereka tak hanya bisa menghibur diri menikmati suasana, namun dari landasan batu megalitik, misalnya, mempunyai banyak ilmu pengetahuan yang wajib diketahui para pelajar.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Suasana Museum Negeri Sumatera Selatan menyimpan sejumlah keasyikan. Pertama asyik menikmati suasana. Namun di balik itu terdapat bahan pelajaran terkait sejarah dan ilmu kepurbakalaan.

Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan, H Chandra Amprayadi SH, mengatakan di ruang-ruang pameran sejumlah batu menarik yang diliputi dengan ilmu kesejarahan masa lalu.

“Seperti arca megalitik, misalnya, dapat dilihat dari bentuk yang dapat dibedakan menjadi dua berbentuk arca. Sepeti arca menhir dan arca megalitik,” ujar Chandra Amprayadi ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, di ruang kerjanya, Jumat (16/1/2020).

Menurut Chandra, arca menhir di bagian atasnya dipahat menjadi muka. Sedangkan di bagian badan dan kaki dibiarkan seperti bentuk asli batunya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Meski penggambarannya berbeda-beda, kara Chandra, arca megalitik memiliki bentuk seperti patung atau arca. Artinya, ada yang digambarkan secara utuh dari kepala hingga ke kaki. Ada juga yang digambarkan mulai dari perut hingga ke kepala.

“Ada juga arca megalitik ini digambarkan pada bagian mata, hidung, mulut dan telinga. Umumnya, arca mefalitik atau sering juga disebut menhir, dibuat sebagai arca bagi kepentingan pemujaan terhadap arwah leluhur,” kata Chandra.

Arca Megalitik, Dolme atau Pemujaan
Arca Megalitik, Dolme atau Pemujaan

Sebagai arca pemujaan, katanya, arca menhir dianggap sebagai wujud nenek moyang yang telah meninggal dunia. Karena itu penggambaran beberapa bagian tubuh manusia seperti mata, hidung, mulut, dan cerminan lainnya, untuk menghindari pengaruh kekuatan jahat.

Baca Juga:  Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Saat itu, katanya, kepercayaan masyarakat menetapkan bahwa tubuh manusia di baguan atas mengandung kekuatan gaib yang dapat menolak balak. “Jadi arca megalitik ini menunjukkan sesuatu untuk pemujaan bagi arwah nenek moyang. Karena itu ada yang menyebutnya sebagai arca leluhur atau arca prmujaan,” kata Chandra.

Ada juga arca berbentuk meja batu. Susunannya juga terdiri dari batu besar yang ditopang beberapa batu lainnya, sehingga tampak menyerupai meja.

Batu ini berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kegiatan dalam hubungan dengan pemujaan arwah leluhur.

“Arca ini disebut dolme atau meja batu pemujaan. Karena itu saya berharap agar untuk memahami kesejaharahan masa lalu, kepala sekolah dapat menugaskan siswanya ke Museum Balaputradewa,” ujar Chandra menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB