WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Sebuah cuplikan video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk saat melakukan peninjauan proyek pembangunan jalan poros antara Kecamatan Muara Padang dan Kecamatan Muara Sugihan.
Video tersebut menjadi viral di media sosial. Pria tersebut adalah Ir Feri Kurniawan selaku Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi [K MAKI].
Proyek pembangunan jalan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp34 Miliar lebih ini menjadi sorotan masyarakat dan ragam komentar netizen.
Pasalnya, pengerjaan bangunan tersebut terkesan kurang pengawasan sehingga terlihat asal-asalan. Warga pun menyebut itu “Jalan Kerupuk”.
Dirinya menjelaskan, jalan cor beton per segmen dihubungkan dengan besi dowel, namun yang terlihat besi itu tidak ada.
“Dikhawatirkan umur pemakaian kontruksi tidak maksimal dan ada item pekerjaan yang tidak terlaksana serta akan menjadi potensi kerugian negara,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Banyuasin Ardi Arfani mengatakan terkait pengerjaan proyek di Muara Padang itu sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada di Rencana Anggaran Belanja [RAB].
“Jalan tersebut menghubungkan antara jalan Muara Padang ke Muara Sugihan dibangun tahun ini dan masih dalam pengerjaan karena itu diberikan kesempatan selama 50 hari kalender,” terangnya.
Panjang jalan bangunan, Ardi menuturkan, sekitar 6 kilometer dengan lebar 4,5 meter.
“Permasalahan dari warga waktu itu, pada saat masa inkubasi selama 21 hari di mana masih dalam tahap pengerasan jalan dan belum sampai masanya cor beton itu sudah dibuka,” pungkasnya.
“Saya berharap kepada media agar berimbang dalam pemberitaan,” ucapya.
Laporan Desy OY


![Ir Feri Kurniawan selaku Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi [K MAKI] saat melakukan peninjauan proyek pembangunan jalan poros antara Kecamatan Muara Padang dan Kecamatan Muara Sugihan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2022/02/IMG_20220214_200810.jpg)


![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
