Kedua, membantu konsisten berinvestasi. Metode ini dapat mengurangi risiko penurunan nilai investasi yang ada dan membentuk kebiasaan baik dalam berinvestasi. Ketiga, membantu mengontrol emosi dalam pengambilan keputusan investasi.
“Naik turunnya harga saham kadangkala membuat investor lebih emosional. Ketika harga saham naik, ada kecenderungan untuk membeli saham dalam jumlah besar demi meningkatkan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga turun, biasanya investor terburu-buru cut loss agar tidak rugi lebih dalam,” katanya.
Keempat, sederhana dan mudah. Strategi ini cukup sederhana karena konsisten menabung dalam jumlah yang sama di setiap periodenya tanpa mengkhawatirkan kondisi apapun di pasar. Metode ini biasanya disarankan untuk investor pemula sebab tidak memerlukan perhitungan yang rumit.
“Namun metode DCA ini tidak cocok diterapkan dalam emiten yang tidak bertumbuh atau emiten yang terus merugi karena kinerja perusahaan yang buruk. Untuk itu, penting bagi setiap investor untuk memahami fundamental setiap emiten mana yang cocok dengan profil risiko dan tujuan investasi,” kata Chisty. (JFA)

















![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

