banner 2560x598

banner 2560x598

Tegas! Unsri Pecat Oknum Dosen Cabul

  • Bagikan
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsri, Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD IPU
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsri, Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD IPU
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Dugaan kasus pencabulan yang melanda seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya [Unsri] Ogan Ilir Sumatera Selatan, pihak Unsri angkat bicara.

Wakil Rektor 1 Unsri, Zainuddin, dikonfirmasi wartawan mengaku pihaknya sudah memberikan sanksi ke oknum dosen tersebut yakni berupa pencopotan dari jabatan sebagai kepala jurusan.

“Dosen inisial A [34] sudah kita berikan sanksi tegas,” ujar Wakil Rektor 1 Unsri, Zainuddin,” Selasa [30/11/2021].

Zainuddin mengatakan, bahwa saksi tersebut sudah diberikan Rektorat Unsri sejak 1 Minggu yang lalu.

“Sanksi tersebut diberikan karena saat diperiksa, A mengakui perbuatannya. Jadi, kita berikan sanksi itu sudah seminggu yang lalu, itu berdasarkan keputusan bersama Rektorat juga dari hasil pengakuan dosen A tersebut,” ungkapnya.

Tidak hanya dicopot dari jabatannya, namun oknum dosen tersebut juga diberikan sanksi administrasi maupun akademik.

“Detail sanksinya seperti belum bisa dijelaskan,” katanya.

Sehubungan dengan mahasiswi inisial DR [22] yang melapor polisi atas dugaan pelecehan, Zainuddin mengatakan bahwa pihaknya mengaku menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke kepolisian.

“Dari institusi sudah memberikan sanksi. Kemudian untuk laporan polisi mahasiswi tersebut tentu kita akan ikut aturan polisi karena itu sudah mengarah ke ranah pribadi antara korban dan pelaku,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Diduga dilecehkan oknum dosennya, mahasiswi Universitas Unsri Ogan Ilir Sumatera Selatan mendatangi Polda Sumsel untuk membuat laporan polisi.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni mengatakan bahwa benar kemarin Senin [29/11], seorang mahasiswi Universitas Unsri mendatangi Polda Sumsel untuk melaporkan dugaan kasus pelecehan yang dialaminnya.

Lanjut Masnoni menjelaskan, bahwa dugaan kasus pelecehan yang dialami mahasiswi tersebut terjadi dua bulan lalu yakni bulan September 2021.

Bermula saat korban DR (22) menemui oknum dosen tersebut untuk meminta tanda tangan kelulusan setelah skripsi.

“Pengakun korban, bahwa pada saat kejadian ia mau meminta tanda tangan, setelah itu korban menemui oknum dosen tersebut di wilayah kampus korban menerima pelecehan seperti di cium peluk dan dipegang,” katanya Selasa (30/11).

Masnoni menjelaskan, dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi tersebut diduga terjadi baru satu kali.

“Dari informasi yang kita terima bahwa korban pelecehan tidak hanya satu, namun ada tiga orang mahasiswi yang dilakukan oknum dosen yang berbeda,” bebernya.

Masnoni mengungkapkan, saat ini korban baru satu yang membuat laporan.

“Untuk korban lainnya hanya mengalami pelecehan melalui ponsel dan masih kita dalami,” tutupnya.

Laporan Hasan Basri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *