Sumsel Mandiri Pangan, Sinergi Polda Sumsel Dukung Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Rabu, 16 Maret 2022 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumsel Mandiri Pangan, Sinergi Polda Sumsel Dukung Ketahanan Pangan

Sumsel Mandiri Pangan, Sinergi Polda Sumsel Dukung Ketahanan Pangan

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Sinergitas Polisi Republik Indonesia [Polri] untuk membantu Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan melalui bidang pertanian.

Sinergi ini dilakukan berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia [RI] Joko Widodo. Terlebih dampak dari wabah COVID-19 yang saat ini masih dirasakan masyarakat, tak hanya dari kesehatan saja.

Untuk menjaga roda perekonomian terus berkembang serta optimisme ekspor jagung dapat dihasilkan dari Bumi Sriwijaya, Kepolisian Daerah [Polda] Sumatera Selatan [Sumsel] melaunching tanam jagung di Kebun Sekolah Polisi Negara [SPN] Polda Sumsel Daerah Betung Kabupaten Banyuasin.

Kapolda Sumsel, Irjen Toni Harmanto saat sambutannya menyampaikan dalam mendukung ketahanan pangan tentunya perlu pemanfaatan lahan pangan lokal seperti jagung.

Diketahui, jelasnya, jagung merupakan satu komoditi strategi di Indonesia yang mempunyai dimensi perkebunan yang luas seperti pakan ternak, pangan pokok dan sebagainya serta bahan baku industri dan energi bioetanol.

Baca Juga:  Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

“Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan tersebut Pemerintah bersama TNI-Polri serta sektor lainnya juga mengembangkan kawasan yang berbasis koperasi pertanian,” ungkap Toni, Rabu [16/3].

Pandemi COVID-19 yang juga telah menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian disemua usaha termasuk sektor pertanian, yang mana salah satu dampaknya yakni ketersediaan pangan.

“Peran penting ketersediaan pangan dapat menjadi satu alasan yang sangat kuat untuk memprioritaskan pengembangan jagung dalam ketahanan pangan nasional dan khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” tuturnya.

Dirinya berharap dari kegiatan ini bisa melakukan ekspor hasil tani dengan memanfaatkan teknologi pertanian.

“Program ketahanan pangan ini tidak hanya dilakukan selama masa pandemi COVID-19 saja tetapi dapat berlangsung secara berkesinambungan,” tandasnya.

Sementara, Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru mengatakan ini merupakan cita-cita ingin menjadikan Sumsel sebagai episentrum jagung dengan dimulai dari kepolisian Polda Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

“Ini Polda pertama yang menggagas lahan-lahan nya untuk ditanami jagung,” ujarnya.

Ia pun berharap target 200.000 Hektar jagung tertanam segera terwujud demi menuju Sumsel Mandiri Pangan.

Jagung merupakan satu komoditas rendah resiko, sebab pasarnya terjaga. Selain itu, jagung juga mempunyai jenis diantaranya jagung manis dan jagung untuk pakan ternak.

“Kita tidak membatasi jagung varian apapun, dan pasarannya terjaga serta Bulog siap untuk menampungnya,” Pungkasnya.

Orang nomor satu Se-sumsel ini menghimbau kepada jajaran Polsek di setiap daerah untuk mengajak masyarakat menggeser mindset.

“Selama ini inflasi kita terpengaruh dengan harga bawang dan cabai, karena mindset kita membeli. Maka dari itu, kita menggeser dengan mengajak masyarakat untuk menanam bawang dan cabai sendiri,” ucapnya.[Desi OY]

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
KPU Banyuasin Go to School, Edukasi Pemilih Pemula Kritis Jaring Informasi
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:11 WIB

KPU Banyuasin Go to School, Edukasi Pemilih Pemula Kritis Jaring Informasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Berita Terbaru