“Kabar baik dari sektor industri ini, juga turut andil karena adanya pembangunan industri smelter seiring dengan program hilirisasi yang diharapkan dapat memberikan penyediaan bahan baku yang beragam serta dalam jumlah yang cukup. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor industri lainnya,” papar Menperin.
Guna semakin meningkatkan kinerja industri manufaktur di tanah air, Agus menegaskan, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk menarik investasi dalam upaya mengakselerasi pendirian industri baru dan perluasan industri yang sudah ada. “Contohnya, jumlah perusahaan industri logam dasar terus menunjukkan peningkatan,” imbuhnya.
Adanya peningkatan investasi memberikan dampak positif terhadap penambahan jumlah penyerapan tenaga kerja. “Salah satu di antaranya adalah pertumbuhan industri smelter yang ada di Maluku Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, dan beberapa lokasi lainnya, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung yang akan turut menyumbang dalam peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja lokal ke depannya,” pungkas Agus. (JFA)



![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)





![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)







![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

