banner 2560x598

banner 2560x598

Rekonstruksi Bahu Jalan KM 102 Bailangu Molor

  • Bagikan
Surat Permohonan Pemindahan Tiang Listrik yang ditujukan ke PLN UIWS2JB
Surat Permohonan Pemindahan Tiang Listrik yang ditujukan ke PLN UIWS2JB
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Rekonstruksi bahu jalan dan pelebaran di lokasi kilometer [KM] 102 Desa Bailangu, Kabupaten Musi Banyuasin molor, terkendala dengan keberadaan tiang listrik.

Hal itu disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Selatan melalui PPK Pelaksanaan Jalan Betung-BTS Kota Sekayu-Mangunjaya 1.3, Endi Abdel Rozza ST MM, Senin [18/10].

“Kenapa? Karena bahu jalan tersebut sudah runtuh disebabkan longsor, dan terdapat aktivitas tinggi dari Balai Sungai [BBWS VIII] menggunakan alat berat sehingga impact-nya kerusakan pada bahu jalan lebih cepat,” ungkapnya

Dikatakan Endi, tahun 2020 ada pembebasan lahan, jadi lokasi yang sudah kritis tadi kita geser masuk ke sebelah dalam. Pada titik yang sama terdapat empat tiang listrik.

Lokasi rekonstruksi bahu jalan di KM 102 Desa Bailangu, Kabupaten Musi Banyuasin
Lokasi rekonstruksi bahu jalan di KM 102 Desa Bailangu, Kabupaten Musi Banyuasin

“Awalnya tiang listrik tersebut terletak di sebelah kiri karena amblasnya bahu jalan tiang listrik itu dipindahkan pihak PLN ke sebelah kanan. Keberadaan tiang di bahu jalan [sebelah kanan] tepatnya di lokasi untuk pelebaran jalan mengganggu lokasi kerja kita,” ucapnya.

Pada awal tahun di bulan ketiga [Maret] 2021, sebelumnya berkoordinasi secara lisan lalu kita layangkan surat resmi ke PLN selanjutnya dari pihak PLN membalas surat “bisa memindahkan tapi ada biayanya”. Nah tapi biayanya itu menurut kami pertama, terlampau besar yang kedua seandainya membayar secara resmi tidak ada “mata pembayarannya”!

“Karena kita tidak bisa membayar karena tiang tersebut berada di lokasi tanah kita sendiri,” jelasnya.

Hal ini menurut kami aneh, sebab lokasi itu merupakan ruang milik jalan [RUMIJA], misal saya punya tanah ada yang menumpang, begitu akan dilakukan penertiban kemudian si penumpang ingin minta ganti rugi! Aneh kan. “Kalo kita bayar secara resmi maka hal itu akan jadi potensi temuan,” terangnya.

Berkaitan dengan surat keberatan kita hingga hari ini belum ada jawaban dari pihak PLN.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi terkait persoalan itu, Humas PLN UIWS2JB, Sandy mengatakan itu kan ada biaya yak an, di mekanisme PLN biaya pekerjaan oleh request pelanggan [Balai jalan] dibebankan ke pelanggan. Nah itu sudah dihitung dan diserahkan kepada pihak Satker Pelaksana Jalan.

“Ternyata keberatan. Kita akan re-kalkulasi ulang terkait biayanya karena terdapat keberatan dari pihak tersebut,” kata Sandy, Kamis [14/10].

Kita sudah hitung terkait perpindahan dan energi, saat dilakukan pemindahan maka akan terjadi pemadaman, selama pemadaman berapa energi yang tidak tersalurkan juga termasuk dalam perhitungan.

Terkait jawaban ke pihak Pelaksana Jalan akan kita layangkan surat kembali pada Senin, 18 Oktober 2021.

Laporan Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *