Proyek Infrastruktur Dilakukan untuk Pemerataan

- Jurnalis

Kamis, 7 November 2019 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo meresmikan Pembukaan Konstruksi Indonesia Tahun 2019, di Jakarta Internasional Expo, Rabu (6/11/2019)

Presiden Joko Widodo meresmikan Pembukaan Konstruksi Indonesia Tahun 2019, di Jakarta Internasional Expo, Rabu (6/11/2019)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Pembangunan infrastruktur, mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi rakyat. Bahkan dapat memperbaiki daya saing indeks logistik nasional.

Terkait soal itu, untuk lima tahun ke depan, pemerintahan Joko Widodo dan Wakil Presiden Makruf Amin  akan membangun infrastruktur secara merata di seluruh Indonesia.

“Program kerja lima tahun ke depan, pemerintah akan membangun infrastruktur secara merata untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dibanding negara-negara lain,” ujar Presiden Joko Widodo pada peresmian Pembukaan Konstruksi Indonesia Tahun 2019, di Jakarta Internasional Expo, Rabu (6/11/2019).

Menurut Joko Widodo, bagi masyarakat Pulau Jawa, menikmati fasilitas insfrastruktur yang memadai sudah biasa. Namun perkembangan itu belum dapat dinikmati secara merata oleh masyarkat lainnya di luar Pulau Jawa.

Indonesia itu negara besar. Artinya, yang dibangun itu bukan hanya Jawa saja. “Kita mempunyai 17 ribu pulau. Ini yang selalu saya ingatkan secara terus-menerus,” ucap Presiden.

Meski untuk lima tahun ke depan fokus pemerintahan akan beralih ke pembangunan sumber daya manusia, kata Presiden, namun pemerintah akan meneruskan pembangun infrastruktur sebagai modal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga:  Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Photo Istimewa
Photo Istimewa

Presiden mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain. Karena itu secara tegas Joko Widodo menegaskan, meski pembangunan sumber daya manusia merupakan priotiras utama, namun pembangunan infrastruktur akan tetap diutamakan.

Sebagai negara besar dengan belasan ribu pulau yang ada, prioritas pembangunan di Indonesia tak berpusat di Pulau Jawa saja.

“Pembangunan infrasturktur di pulau lain, bahkan pulau terluar sekalipun, sangat diperlukan untuk memperbaiki daya saing. Ini juga sebagai komitmen pemerataan yang dilakukan,” katanya.

Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur tak hanya sampai di sana saja. Selain untuk meningkatkan konektivitas, pembangunan infrastruktur diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas. Bahkan dapat menyerap produk-produk dalam negeri. Dengan demikian industri dalam negeri serta para tenaga kerja Indonesia dapat meningkatkan kualitasnya.

Baca Juga:  SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Jokowi mengingatkan agar pembangunan infrastruktur yang dilakukan jangan terlalu banyak mengunakan barang impor. Tingkatkan kelas UMKM. Ajak mereka bekerjasama dalam proses pembangunan nasional.

Selain itu, Kepala Negara meminta jajarannya untuk memberi ruang lebih besar bagi pengusaha lokal untuk ikut berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur di negeri ini.

“Saya berharap dalam lima tahun ke depan akan semakin banyak pihak swasta serta kontraktor lokal yang berperan besar dalam proyek pembangunan pemerintah,” katanya.

Prrsiden yakin dengan semangat kolaboratif akan mampu mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur tersebut. Apalagi pembangunan
Infrastruktur dapat memperbaiki pemerataan bagi seluruh daerah. (rel/abror vandozer/anto narasoma)

Berita Terkait

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik
Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Selasa, 29 September 2026 - 14:45 WIB

Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Senin, 28 September 2026 - 16:10 WIB

Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terbaru