WIDEAZONE.com, JAMBI | PT PLN [Persero] Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu [UID S2JB] memastikan keamanan dan akurasi pemakaian listrik pelanggan melalui pemeriksaan kWh meter bersama Instalasi Tenaga Listrik Gabungan di Kota Jambi.
Dalam hal ini, PLN melakukan pemeriksaan terpadu untuk menjamin keamanan instalasi serta ketepatan alat ukur listrik pelanggan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan Tim se-wilayah kerja UID S2JB. Seluruh peserta mendapatkan pembinaan langsung dari tim ahli PLN untuk meningkatkan keahlian teknis dalam melakukan monitoring pemakaian tenaga listrik dan pemeriksaan instalasi pelanggan.
Manager EPM PLN UID S2JB, Pungki, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret PLN dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan sistem kelistrikan tetap aman serta efisien.
“Keandalan sistem kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh jaringan PLN, tetapi juga oleh kondisi instalasi di sisi pelanggan. Melalui pemeriksaan gabungan ini, kami ingin memastikan bahwa kWh meter berfungsi akurat dan instalasi pelanggan memenuhi standar keselamatan. Hal ini penting agar pelanggan dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman,” ujar Pungki
Menambahkan hal tersebut, Suwarno, salah satu expert dalam kegiatan pemeriksaan ini, menjelaskan bahwa dinamika kebutuhan listrik masyarakat saat ini semakin kompleks, sehingga PLN perlu terus meningkatkan ketelitian dalam pengawasan.
“Saat ini energi listrik dipakai untuk kebutuhan yang sangat beragam dan terkadang kompleks, sehingga berdampak pada instalasi pelanggan yang cukup rumit dan pengukuran kWh meter yang kurang akurat. Untuk itu PLN harus dapat memastikan keamanan pelanggan dan aset secara kontinyu,” jelas Suwarno.
Selain sebagai upaya peningkatan kompetensi internal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan penggunaan listrik di rumah maupun tempat usaha. PLN mengimbau masyarakat untuk:
Melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala oleh pihak yang kompeten dan tersertifikasi; Menggunakan tenaga listrik secara resmi melalui sambungan legal PLN;
Menghindari penggunaan instalasi tidak standar yang dapat menyebabkan risiko kebakaran atau korsleting.
Selain itu, General Manager PLN S2JB Adhi Herlambang menambahkan bahwa sinergi antara PLN dan pelanggan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan keandalan sistem kelistrikan.
“PLN akan terus mengedukasi dan mendampingi pelanggan agar penggunaan listrik tidak hanya efisien, tetapi juga aman. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memastikan instalasi listrik di rumahnya sesuai standar dan menggunakan tenaga listrik secara resmi,” tutup Adhi.
Dengan langkah ini, PLN UID S2JB berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan listrik yang aman dan bertanggung jawab demi terciptanya kenyamanan dan keselamatan bersama. [AbV/red]


![PT PLN [Persero] Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu [UID S2JB] memastikan keamanan dan akurasi pemakaian listrik pelanggan melalui pemeriksaan kWh meter bersama Instalasi Tenaga Listrik Gabungan di Kota Jambi.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251011-WA0055_copy_1252x885-800x565.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
