PGRI Sumsel Usulkan 4000 Guru Honorer Jadi PPPK

- Jurnalis

Rabu, 8 Juni 2022 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, H Ahmad Zulinto SPd MM

Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, H Ahmad Zulinto SPd MM

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ketua Persatuan Republik Indonesia Sumatera Selatan [PGRI Sumsel] sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan paada tahun 2022, sebanyak 4000 lebih guru honorer diusulkan kembali.

“Mengapa? Karena kota Palembang kekurangan tenaga pendidik,” ungkapnya.

Zulinto juga menyebutkan sebanyak 1300-an guru sudah lulus di tiga passing grade.

“Itu, sudah kita minta ke pada pemerintah daerah segera diangkat, karena itu hak mereka pada 2021,” ungkap Zulinto, Rabu [08/06/2022].

Baca Juga:  PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Menurut Zulinto, dana alokasi umum [DAU] ada space dianggarkan untuk PPPK dan cukup lumayan, artinya masih dapat kita upayakan dengan DAU 2021.

“Kita berterima kasih dengan Pak Sekda yang telah memperjuangkan nasib honorer tersebut. Pak Sekda serius menanggapi soal pendidikan,” ujar Kadisdik Kota Palembang ini.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan Kepala BKPSDM untuk dapat diperjuangkan dan diangkat segera,” tambahnya. 

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Terkait dengan wacana penghapusan tenaga honorer pada 2024, apakah ribuan honorer tersebut di-outsourcing-kan! guru tak dapat disamakan dengan pegawai lain. 

“Saya berharap di 2023 jika akan honorer dihapuskan, maka saya minta honorer guru dapat diangkat semuanya menjadi PPPK. Hanya saja, pemerintah yang akan memilahnya dan menyeleksinya apakah di situ ada syarat dengan masa kerjanya,” tuturnya. 

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB