SEBAGUS apapun pembangunan jalan, jika tidak dilakukan secara terkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), maka jalan yang sudah dibangun itu akan hancur kembali.
WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Terkait masalah itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Achmad Bastari Yusak mengimbau institusi terkait agar melakukan koordinasi terlebih dahulu saat melakukan pemasangan sarana kerja di lapisan bawah jalan.
Sebab, kata Bastari, struktur jalan di Kota Palembang selama ini sudah dibangun sesuai program kerja PUPR. Namun jika institusi terkait seperti PDAM Tirta Musi, Telkom, jaringan Internet, pengelolaan sarana gas tidak berkoordinasi saat menggali jalan yang sudah dibangun, fisik jalan akan hancur.
“Kewenangan PUPR Kota Palembang dalam membangun dan merehabilitasi jalan di dalam wilayah kota ini, sebanyak 1254 ruas jalan,” ujar Bastari kepada Wideazone.com, Jumat (9/4/2021).
Menurut Bastari, selama beberapa tahun terakhir pihaknya telah membangun dan merehabilitasi jalan hingga ke pelosok perkampungan (jalan kampung).
Namun jalan yang sudah terbangun, katanya, harus mendapat perawatan sesuai kebutuhan dan ketahanan jalan tersebut. “Usaha ini sudah kita lakukan secara berkesinambungan,” kata Bastari.
Namun sebelum batas usia jalan itu difungsikan, ternyata sudah terdapat sejumlah kerusakan?
Menanggapi pertanyaan itu, Bastari mengakui memang ada. Bahkan kerusakan itu terjadi karena ada pihak terkait yang melakukan penggalian tidak berkordinasi terlebih dahulu dengan PUPR Kota Palembang. “Ini kendala yang terjadi di lapangan. Sikap seperti ini sangat merusak ruas jalan yang ada,” tegas Bastari.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-225x129.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-225x129.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-225x129.jpg)


![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-129x85.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-129x85.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
