NEGARA ini punya 179 pahlawan nasional. Jumlah yang lebih dari cukup untuk dijadikan sumber keteladanan untuk anak bangsa. Tapi, elite di daerah kini cenderung lebih suka memamerkan nafsu diri akan kekuasaan dengan keserakahan disbanding-bandingkankan berlomba-lomba mengangkat harkat dan martabat negeri seperti ditunjukkan oleh 179 pahlawan itu.

Negara ini sedang hidup dalam keadaan krisis keteladanan pahlawan di daerah. Semestinya dengan banyaknya ‘pahlawan resmi’ semakin banyak pelajaran bernilai keteladanan dapat diambil. Ada banyak nilai luhur dengan semangat heroisme semestinya bisa diambil dari 179 pahlawan itu.
Tapi, kenapa para elite di daerah seperti tidak mau memetiknya. Jangankan mengimplementasikan nilai luhur dengan pengorbanan dan persatuan, kelompok elite di daerah malah lebih sering mempertontonkan nilai buruk, serakah dengan politik dan kekuasaan. Politik kebangsaan seakan haram untuk dicatat didalam kamus buku mereka.
Mereka hadir di tengah masyarakat ketika butuh dukungan suara, bukan karena panggilan jiwa. Demi ambisi, nilai persatuan kerap dikencingi. Hal konyol ini yang justru ditonjolkan. Politik pesimis memancarkan ketakutan, ketidakpastian, dan kebohongan terus-menerus digaungkan dengan secara bodoh.
Politik dipandang sebagai alat kepentingan untuk meraih kursi kekuasaan, bukan untuk menyelamatkan anak bangsa. Alih-alih niatnya untuk demi melahirkan pahlawan, dengan cara untuk mengambil inspirasi dari pahlawan-pahlawan masa lampau usai terpilih dalam hitungan hari mereka mulai abai. Mereka kerap bersikap dan berprilaku berseberangan dari nilai-nilai agama. Kekuasaan ditempatkan ditempat tertinggi, kegaduhan dilakukan untuk merebut kekuasaan menjadi kreasi tanpa henti.
Tapi di tengah kegaduhan politik yang menjadi-menjadi di Negara ini, seorang pahlawan hadir dengan jiwa patriotisme luar biasa membuat nama bangsa semerbak dipernjuru dunia. Dialah Eko Yuli Irawan. Dia bukan kader, bukan pula gubernur atau walikota. Dia adalah atlet angkat besi bertubuh kecil, tapi punya prestasi besar. Eko Yuli mempersembahkan prestasi terbaik dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Askhabad, Turkmenistan.
Dia berjaya di kelas 61 kilogram dengan total angkatan 317 kilogram, hasil dari angkatan snatch 143 kilogram dan clean & jerk 174 kilogram. Hebatnya lagi, tak cuma menjadi juara dunia, Eko pun tenyata mampu mencetat rekor baru di dunia. Eko adalah bukti jika pahlawan di zaman sekarang datang dari kalangan rakyat, bukan dari mereka yang bergelimang harta dan haus akan kekuasaan.
Perjuangan Eko dimulai semasa kanak-kanak, ia tekun, bekerja dengan keras dan berhasil meraih prestasi tinggi teladan dan nyata. Seorang Eko Yuli ternyata mampu menjadi oase di tengah sulitnya menemukan sosok idola dengan sejuta panutan di kalangan elite di daerah. Eko mengatakan bahwa penghargaan adalah proses untuk meraih prestasi.
Dia tidak kehabisan energi dan keringan akan ambisi untuk mengharumkan nama indonesia. Bersama sederet atlet lain, dia mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dengan hasil yang luar biasa di Asian Games 2018 lalu. Eko dan para atlet berlaga di Asian Games ataupun Asian Para Games 2018, adalah inspirasi untuk anak bangsa ini. Berkat kegigihan mereka indonesia mendapat pengakuan dari dunia luar. Karena patriotisme mereka indonesia mampu mensejajarkan diri bersama bangsa besar lain diluar.
Jika elit didaerah masih punya rasa malu, semestinya mereka mau berkaca dari jasa para pahlawan masa kini. Kalau tidak mau meneladani para pahlawan masa lalu, bergurulah dari mereka karena mereka kaya akan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dengan jiwa patriot. Negara sudah jenuh dengan kebisingan yang dibuat oleh para elite yang sibuk membuat gaduh lantaran berebut kekuasaan. Negara ini ini butuh keteladan seperti Eko Yuli Irawan.



![Sidang lanjutan gugatan perdata krisis air bersih tersebut digelar di Pengadilan Negeri [PN] Palembang, Selasa 22 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260923-WA0001-225x129.jpg)

![Kapolres OKU Timur AKBP Dr Lalu Hedwin Hanggara SIK SH MH MSi mematangkan persiapan Operasi Sikat I Musi 2026 dengan gelaran Latihan Pra Operasi [Latpra] di Aula Setya 38 Mapolres OKU Timur, Rabu 23 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260923-WA0006-225x129.jpg)



![Sidang lanjutan gugatan perdata krisis air bersih tersebut digelar di Pengadilan Negeri [PN] Palembang, Selasa 22 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260923-WA0001-129x85.jpg)

![Kapolres OKU Timur AKBP Dr Lalu Hedwin Hanggara SIK SH MH MSi mematangkan persiapan Operasi Sikat I Musi 2026 dengan gelaran Latihan Pra Operasi [Latpra] di Aula Setya 38 Mapolres OKU Timur, Rabu 23 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260923-WA0006-129x85.jpg)




![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)

![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)
