Ketua TP PKK Sumsel Gagas Festival Olahan Lokal Bernilai Komersial

- Jurnalis

Jumat, 3 Mei 2019 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Febrita Lustia Deru, membuka dengan resmi Sosialisasi Lomba Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), di Hall A Griya Agung, Kamis (2/4/2019).

Dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Febrita Lustia Deru berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas Sumber daya manusia (SDM) ditentukan oleh sebagian besar aspek lingkungan, termasuk salah satunya pengaruh konsumsi pangan sebesar 70 persen, dan 30 persen oleh factor genetik.

“Jika pada masa janin dan anak usia dini telah mengalami kekurangan gizi maka akan mempengaruhi perkembangan otak dan rendahnya kemampuan kognitif yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan keberhasilan pendidikan, yang berdampak pada peningkatan resiko kejadian penyakit tidak menular pada usia dewasa, seperti Diabetes type II, Stroke, Penyakit Jantung dan lainnya,” tuturnya

Menurut Feby, jika status gizi dan derajat kesehatan SDM Indonesia belum mencapai status gizi dan kesehatan yang prima maka SDM tidak akan mampu berdaya saing yang berimplikasi pada penurunan prduktivitas, sehingga beban pembangunan menjadi semakain besar dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga:  ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

“Tantangan besar bagi bangsa ini untuk bersama-sama meningkatkan kualitas SDM, salah satunya dapat melakukan melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan dengan pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang. Hidup sehat, aktif dan produktif selalu menjadi tujuan

Lebih jauh Ia menuturkan, dalam upaya mendorong penerapan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA), dilaksanakan kegiatan Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dengan mengembangkan olahan pangan lokal yang memperhatikan nilai komersial ekonomi produk.

Pengaruh globalisasi dan perdagangan berdampak pada perubahan pola konsumsi kearah peningkatan konsumsi makanan jadi serta peningkatan ketersediaaan pangan olahan siap saji yang umumnya berasal dari impor.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

“Situasi ini menjadi tantangan besar bagi kita semua untuk menjawab perkembangan zaman dalam mewujudkan konsumsi pangan masyarakat menuju konsumsi pangan B2SA.

Oleh karena itu, focus Festival Pangan Lokal B2SA pada Tahun 2019 yaitu Pengembangan pangan lokal olahan dengan pangan pokok non beras dan non terigu, disajikan dalam paket makan siang berdasarkan kebutuhan gizi orang dewasa (2150 kkal/kap/hari),” tambahnya

“Selain itu, fokus Festival Pangan Lokal B2SA tahun 2019 yaitu mendorong kreativitas dan inovasi olahan pangan lokal bernilai komersial. Kegiatan Sosialisasi ini dirancang untuk untuk dapat membekali peserta dengan pemahaman dan kemampuan melalui penyampaian teori, saya berharap para peserta dapat memanfaatkan pertemuan ini ini dengan sebaik-baiknya sebagai sarana memperluas wawasan berlatih dan belajar,” pungkasnya.

Acara tersebut diikuti oleh 51 peserta dari masing-masing Perwakilan PKK dari 17 kabupaten/kota Provinsi Sumsel.(*)

Berita Terkait

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB