Ground Breaking Industri Hilirisasi Batubara-DME Sumsel

- Jurnalis

Senin, 10 Januari 2022 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Direktur Utama, Arsal Ismail melakukan rapat dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] Bahlil Lahadalia secara virtual bertemapt di Hotel Santika Priemere Bandara Palembang, Senin [10/1]

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Direktur Utama, Arsal Ismail melakukan rapat dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] Bahlil Lahadalia secara virtual bertemapt di Hotel Santika Priemere Bandara Palembang, Senin [10/1]

Pertama di Indonesia, Sumsel Dinilai Provinsi Paling Siap Jadi Pusat Hilirisasi

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] Bahlil Lahadalia menyebut Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel] sangat tepat untuk dijadikan proyek hilirisasi pertambangan batu bara.

Di mana saat ini Pemerintah Pusat bersama PT Bukit Asam Tbk [PTBA] dan PT Pertamina akan mengolah batu bara berkalori rendah menjadi Dimethyl Ether [DME] untuk menggantikan Liquefied Petroleum Gas [LPG].

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi bersama Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru dan Direktur Utama PT Bukit Asam di Hotel Santika Premiere, Senin [10/1/2022].

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Direktur Utama, Arsal Ismail melakukan rapat dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] Bahlil Lahadalia secara virtual bertemapt di Hotel Santika Priemere Bandara Palembang, Senin [10/1]
Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Direktur Utama, Arsal Ismail melakukan rapat dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] Bahlil Lahadalia secara virtual bertemapt di Hotel Santika Priemere Bandara Palembang, Senin [10/1]

Menurut Bahlil hilirisasi ini menjadi sektor prioritas, karena Pemerintah berupaya untuk mengurangi subsidi LPG. Untuk itu, Bahlil mengatakan jika proyek ini berhasil, Provinsi Sumsel akan menjadi daerah pertama di Indonesia untuk industri hilirisasi batu bara low kalori.

“Kita berfikir untuk memanfaatkan dari batu bara low kalori ini, dengan kolaborasi PT Bukit Asam, Pertamina, dan Air Products. Hari ini Saya datang untuk memastikan sebenarnya terkait persiapannya karena ini pertama di Indonesia,” katanya

Menteri Investasi RI/Ka. BKPM, Bahlil Lahadalia optimis menargetkan Proyek hilirisasi batu bara coal to DME tersebut akan selesai dalam kurun waktu 30 bulan setelah ground breaking.

Baca Juga:  Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

“Sama-sama kita sepakati tanggal 26 Januari ini kita ground breaking bersama presiden memang targetnya ini harus cepat terealisasi, kalau bisa 30 bulan ini selesai kalau memang bisa kurang dari itu lebih bagus lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru terus konsisten, satu presepsi dengan jajaran PT Bukit Asam Tbk [PTBA] dan PT Pertamina untuk segera merealisasikan proyek hilirisasi batu bara Coal to DME yang berada di Tanjung Enim Sumsel.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Dimethyl Ether [DME] akan menjadi salah satu energi alternatif sebagai subsitusi untuk menekan impor Liquefied Petroleum Gas [LPG].

“Sebagai salah satu daerah yang mempunyai potensi batu bara yang besar, disini kami bersama yang lainnya akan satu persepsi tentunya untuk membuat proyek ini akan secepatnya bisa dirasakan masyarakat,” ungkap Herman Deru

Herman Deru mengungkapkan, Tanjung Enim merupakan salah satu kawasan ekonomi khusus oleh karena itu sebagai Kepala Daerah dirinya merasa bangga bahwa Sumsel bisa berkontribusi untuk proyek tersebut.

“Daerah Tanjung Enim ini juga salah satu kawasan ekonomi khusus, sebagai kepala daerah saya sangat senang proyek ini berjalan di sini. Artinya ada kontribusi Sumsel didalamnya,” katanya.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Menurutnya, proyek tersebut sangat tepat dilakukan untuk bisa mengurangi impor elpiji yang ada di Indonesia.

“Hal ini memang sangat tepat untuk mengurangi ketergantungan impor gas elpiji, memang seharusnya ini cepat kita realisasikan sehingga nantinya masyarakat tidak akan lagi mengalami kelangkaan gas elpiji,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Dirut PTBA, Arsal Ismail menyebutkan pihaknya terus mematangkan proyek hilirisasi batu bara tersebut. Dirinya juga mengungkapkan sebagai Putera Daerah Sumsel sangat optimis jika proyek ini akan sukses dan segera akan dinikmati masyarakat.

“Kami saat ini terus melakukan upaya yang matang demi suksesnya pryek ini berjalan karena jujur sebagai putra daerah saya sangat ingin ini cepat terealisasi sehingga nantinya masyarakat cepat menikmati hasilnya,” ungkapnya.

Turut hadir juga dalam rapat tersebut, Menteri Investasi/Ka Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM] RI, Bahlil Lahadalia, Dirut PTBA, Arsal Ismail, Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, Dirut Pertamina Parta Niaga, Alfian Nasution, Dirut Pengembangan Usaha PTBA, Rafli Yandra, Staff Khusus Menteri Investasi, Tina Talisa. Hadir pula secara virtual Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar, Direktur Ops/Prod, Suhedi, Direktur SDM Suherman, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, Farida Thamrin. [ab/jn]

Berita Terkait

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Berita Terbaru