Firko : Pahitnya Hidup, Tidak Membuatnya Mundur

- Jurnalis

Rabu, 4 Januari 2023 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firdaus Komar saat sidang promosi disertasi Program Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Sriwijaya, Rabu (04/1/2023)

Firdaus Komar saat sidang promosi disertasi Program Doktor Administrasi Publik FISIP Universitas Sriwijaya, Rabu (04/1/2023)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG | Setelah mencapai gelar Doktor Administrasi Publik (DAP) FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri), tidak ada ungkapan kecuali rasa syukur. “Alhamdulillah”, ujar Firdaus Komar yang sering dipanggil Bung Firko, saat diwawancarai terkait sidang terbuka promosi Doktor FISIP Unsri, Rabu (4/1/2023).

Anak keenam dari H. Komar dan Hj Mahna ini, bukanlah dari keluarga yang mampu untuk meneruskan jenjang pendidikan terus lebih tinggi. Anak buruh tani dari Desa Muara Lakitan, Musi Rawas yang lahir pada 8 Januari 1971 menjalani kehidupan sangat sederhana. Kedua orangtua yang sebenarnya tidak menamatkan sekolah dasar, inilah yang mendorong anak-anak untuk terus sekolah. Menurut saya, kedua orangtua pun tidak tahu sekolah dengan pilihan jurusannya apa, tetapi tekad, niat, dorongan yang sama dalam keluarga membuat Firko yakin bahwa melalui sekolah akan banyak memberikan manfaat.

Baca Juga:  Wadan Satgas: Kehadiran Katim Wasev Jadi Motivasi Personel Tuntaskan Sasaran Fisik TMMD Ke-129

Tekad kuat dengan prinsip bahwa pendidikan itu tidak pernah selesai, Firko, yang merupakan anak terakhir atau bungsu melengkapi capaian gelar Doktor seperti yang diraih saudaranya yang tertua Dr Muhammadin Komar, yang saat ini pensiun sebagai tenaga dosen di UIN Raden Fatah Palembang.

Baca Juga:  81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran...

“Syukur alhamdulillah, dengan kondisi orangtua yang tidak mendapatkan kesempatan menamatkan SD, bahwa kami yakin kekuatan doa Emak (ibu) dan Bak (ayah) inilah yang menjadikan kami kuat dan terus berjuang seperti saat ini, karena itu terima kasih saya yang utama disampiakan kepada Emak dan Bak yang saat ini telah mendahului kami. Semoga kebaikan dan semangat kedua orang tua kami, akan menempatkannya di Syurga,” tutur Firdaus.

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB