DAPATI, Kemenperin Optimalkan Serat Alam Jadi Bahan Baku Tesktil

- Jurnalis

Kamis, 4 November 2021 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

“Dalam kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan target substitusi impor 35% pada tahun 2022, membutuhkan percepatan dalam upaya pengembangan industri serat alam yang mengedepankan kemampuan pemenuhan kebutuhan bahan baku (kapasitas produksi) serta kualitas mutu yang memadai,” paparnya.

Pengembangan tersebut memerlukan kolaborasi pentahelix, yaitu kolaborasi lima unsur pemangku kepentingan (stakeholder), yang meliputi pemerintah, akademisi, pebisnis, komunitas dan media. Namun demikian, permasalahan yang dialami industri kriya tekstil berbasis serat alam adalah rendahnya kualitas warna dan kain yang tidak nyaman digunakan untuk sandang karena cenderung kaku dan teknik pemintalan yang dilakukan secara manual sehingga kapasitas produksi terhitung rendah.

Baca Juga:  BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius "ASBUN" Ultimatum 2x24 Jam Minta Maaf ‎

Oleh karena itu, melalui kegiatan DAPATI, dilakukan pendampingan untuk peningkatan kualitas serat tekstil dengan jalan memperbaiki kehalusan serat sehingga proses pemintalan dan pertenunan menjadi lebih mudah, dan produk akhir kain akan lebih baik dari sisi kehalusan dan kenyamanannya.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

“Dengan kualitas serat yang lebih baik, akan meningkatkan nilai tambah produk dan dapat diaplikasikan pada produk akhir yang lebih banyak,” imbuhnya.

Guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi, tim DAPATI BBT menggunakan kombinasi mekanik, kimiawi serta pengenalan metode biologi terbaru yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan bahan baku lokal seperti singkong dan kentang.

Berita Terkait

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik
Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Selasa, 29 September 2026 - 14:45 WIB

Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Senin, 28 September 2026 - 16:10 WIB

Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terbaru