Nasrun Umar : Realisasi “PAD” ini adalah ujung tombak Pembangunan Sumsel

- Jurnalis

Jumat, 10 Mei 2019 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumsel Herman Deru, diwakili Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar membuka Rapat Optimalisasi PAD (hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan) dan Retribusi Saerah Provinsi Sumsel di kantor Bapenda Provinsi Sumsel, Kamis (9/5) pagi. Melalui rapat ini Nasrun menargetkan terjadi peningkatan PAD Sumsel di tahun-tahun mendatang.

“Realisasi PAD ini adalah ujung tombak pembangunan Sumsel. Makanya ini harus dioptimalisasi dan potensi yang ada juga dieksplorasi secara maksimal,” jelas Nasrun.

Dikatakannya rapat optimalisasi yang rutin dilaksanakan ini juga bertujuan menyamakan persepsi serta melakukan evaluasi hasil pencapaian PAD dari hasik pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Dimana ini merupakan penerimaan yang berasal dari kontribusi dividen perusahaan-perusahaan (BUMN, BUMD, dan perushaan swasta,” jelasnya.

Sampai triwulan IV tahun 2018, realisasi penerimaan kontribusi dividen dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp82.855.120.642 dari target Rp86.765.902.171 atau sebesar 95,49%.

Baca Juga:  DPRD Palembang Bilang PT Green SM "Ngampuk" Jangan Seenaknya Meski Punya "Orang Kuat"

” Melihat pencapaian target pada tahun anggaran 2018 penerimaan kontribusi dividen dari masing-masing perusahaan khususnya BUMD yang mendapatkan penyertaan modal dari Pemprov Sumsel, maka pada tahun 2019 perusahaan khususnya BUMD yang belum mencaoai target agar dapat menggenjot capaian PAD,” tegasnya.

Sementara itu untuk bagian yang kurang efisien, seperti unit usaha yang kurang menguntungkan menurutnya harus segera dievaluasi. Hal itu juga menurutnga merupakan langkah meningkatkan PAD.

Selain itu Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT Jasa Raharja (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk yang sudah berperan aktif mendukung pembangunan di Provinsi Sumsel.

Untuk diketahui bahwa target yang sudah ditetapkan untuk hasil pengelolaan kekayaan dserah yanh dipisahkan tahun 2019 adalah sebesar Rp64.024.469.697. Sedangkan sampai tanggal 31 Maret 2019 yang sudah memberikan kontribusi dividen kepada kas daerah adalah bank Sumsel babel sebesar Rp43.094.081.001 atau sebesar 101,41 dari target yang ditetapkan.

Baca Juga:  Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

” Untuk perusahaan lain yang belum merealisasika kontribusi dividen diharaokan agar dapat segera merealisasikan kontribusi dividennya,” jelas Nasrun.

Di tempat yang sama Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhibah mengatakan rapat ink rutin digelar pihaknha. Sebelumnya rapat ini selalu digelar di ruang Bina Praja namun karena banyaknya peserta lalu dialihkan ke Aula Bapenda.

“Beberapa peserta itu seperri perwakilan BSB, Swarna Dwipa, ATS, Prodexim, PTBA. Jasa Raharja dan lainnya. Hari ini Sekda yang membuka kami harapkan ada arahan dari beliau dalam rangka meningkatkan PAD,” tandasnya.

Sebelum membuka rapat tersebut, Sekda juga sempat melakukan sidak sekaligus sosialisasi kedisiplinan jam kerja ASN di lingkungan Pemprov Sumsel. Sejumlah dinas disambangi olehnya seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Lingkungan Hidup (Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan) dan terakhir ke Badan Penerimaan Pendapatan Daerah (Bapenda). (rel/el)

 

Berita Terkait

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Selasa, 29 September 2026 - 14:45 WIB

Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Senin, 28 September 2026 - 16:10 WIB

Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terbaru