Masa Sulit Pandemi COVID-19, Waspadai Radikalisme

- Jurnalis

Sabtu, 11 September 2021 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

SELURUH anak bangsa diminta tetap semangat dan selalu optimis melewati masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19.

WIDEAZONE.com PALEMBANG | Ketua Manjelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesetyo (Bamsoet) mengatakan di masa pandemi COVID-19 saat ini, tekanan sosial dan kehidupan rakyat semakin sulit.

Untuk itu Bamsoet menilai bahwa suasana ini bisa mendorong tumbuh suburnya radikalisme, sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan hidup.

“Karena itu seluruh anak bangsa harus tetap semangat dan optimis melewati masa sulit yang kita hadapi saat ini,” ujar Bamsoet dalam suasana syukuran ulang tahunnya yang ke-59 tahun.

Di kesempatan itu, ia juga meluncurkan bukunya yang keduapuluh dua bertajuk “Hadapi dengan Senyuman”. Isi buku itu menuturkan tentang semangat dan optimisme melewati masa sulit pandemi COVID-19.

“Karena itu di tengah suasana ekomomi masyarkat yang kian menurun, kita harus mewaspadai penyebaran radikalisme di masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Menurut Bamsoet, fakta sosiologis menakdirkan anak bangsa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. “Artinya, menjadikan kita berada dalam posisi rentan dari ancaman konflik,” kata Bamsoet.

Dalam perjalanan sebagai bangsa, katanya, sikap intoleransi terhadap keberagaman selalu mewarnai kehidupan kebangsaan. “Misalnya pada setiap penyelenggaraan kontestasi politik atau pemilu, politik identitas seringkali disalahgunakan sebagai alat perjuangan. Akibatnya menimbulkan polarisasi masyarakat.
Misalnya sebelum, selama, bahkan sesudah pemilu dilaksanakan,” ujar Bamsoet.

Dalam peluncuran buku “Hadapi dengan Senyuman” di kantor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Jumat (10/9/2021), Bamsoet, mengatakan seluruh anak bangsa harus mewaspadai penyebaran radikalisme.

Dengan kemajemukan bangsa ini, kata Bamsoes, menempatkan Indonesia sebagai center of gravity bagi kepentingan komunitas global. Dengan kondisi ini menjadikan Indonesia rapuh terhadap pngaruh infiltrasi asing. “Karena itu penghormatan terhadap nilai kebhinekaan dalam bingkai NKRI menjadi syarat mutlak untuk menjaga kedaulatan sebagai bangsa,” katanya.

Baca Juga:  KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Selain meluncurkan buku Hadapi dengan Senyuman, Bamsoet juga telah menerbitkan berbagai buku, antara lain, Negara Butuh Haluan (2021), Cegah Negara Tanpa Alasan (2021), Save Pople Care for Economy (2021), Tetap Waras, Jangan Ngeres (2020), Solusi Jalan Tengah (2020)Jurus 4 Pilar (2020), Akal Sehat (2019), serta setumpuk buku yang telah diterbitkannya.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsyad Rasyid dan Dirut Bulog Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.

Selain itu hadir pula Pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Pengawas Brigjen Pol Syamsul Bahri dan Jeffrey JP, Badan Pembina Tinton Suprapto, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Prasetyo Edi Marsudi, Ricardo Gelael, Sean Gelael, Romi Winata, Robert Kardimal, Bendahara Umun Effendi Gunawan, Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Sadikin Aksa, serta tokoh penting lainnya. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Berita Terbaru