Gas Melon di Muaraenim Langka, Kalaupun Ada Harganya Tinggi

- Jurnalis

Jumat, 20 Agustus 2021 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat yang ingin membeli gas melon elpiji harus mengantri dan membawa kartu keluarga beserta KTP

Masyarakat yang ingin membeli gas melon elpiji harus mengantri dan membawa kartu keluarga beserta KTP

WIDEAZONE.com, MUARAENIM | Kelangkaan gas melon elpiji ukuran tiga kilogram di bumi Serasan Sekundang berdampak pada masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga, usaha kuliner dan pengusaha UMKM.

Kelangkaan gas tersebut telah berlangsung selama tiga hari, sehingga para ibu ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sebagai bahan utama untuk memasak.

Hal itu dibenarkan Sahrul (45), salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di Kabupaten Muara Enim. “Sudah tiga hari ini elpiji ini langka dan kita pun bingung bagaimana harus memenuhi permintaan dari pelanggan yang ketergantungan akan gas untuk memasak,” ungkapnya dengan keluhan.

Baca Juga:  Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center

Pantauan di lapangan, beberapa pangkalan masih terdapat gas elpiji yang dijual namun harganya pun terlampau tinggi. Salah satu SPBU di Talang Jawo, Kabupaten Muara Enim yang masih menyediakan Gas Elpiji kemudian untuk membeli gas tersebut masyarakat harus antre terlebih dahulu dan harus membawa KTP, KK untuk Bisa membeli gas tersebut.

Dijelaskan masyarakat setempat, ‘MN’ yang sedang mengantri, saya berkeliling mencari gas melon tiga kilogram namun semuanya habis. “Saya pun mencari informasi dimana ada yang jual gas, setelah lama mencari akhirnya mendapatkan di Talang Jawo yang masih menyediakan gas tersebut. Mau gimana lagi gas adalah kebutuhan bahan pokok untuk memasak kebutuhan rumah, walaupun harus antre untuk mendapatkannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Sementara, Manager SPBU Talang Jawo, Eko Jati Puryono menyampaikan untuk pembelian gas harus menggunakan kartu keluarga dan KTP. “Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan pertamina dan pemerintah daerah untuk verifikasi pembeli. Arahannya seperti itu, untuk pembelian satu KTP hanya dapat membeli dua gas ukuran tiga kilogram,” terangnya.

Laporan Arif Rahman Hakim

Berita Terkait

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik
Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Selasa, 29 September 2026 - 14:45 WIB

Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Senin, 28 September 2026 - 16:10 WIB

Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terbaru