banner 2560x598

banner 2560x598

Unsri Pastikan Seluruh Mahasiswa Ikut Yudisium, Tapi Dibagi Dua

  • Bagikan
Rektorat Universitas Sriwijaya [Unsri] memastikan seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi yang yang telah ditentukan mengikuti proses yudisium. Hanya saja pelaksanaannya dibagi dalam dua sesi.
Rektorat Universitas Sriwijaya [Unsri] memastikan seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi yang yang telah ditentukan mengikuti proses yudisium. Hanya saja pelaksanaannya dibagi dalam dua sesi.
banner 468x60

Warek III Unsri: Jangan Salah Informasi

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pihak Rektorat Universitas Sriwijaya [Unsri] memastikan seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi yang yang telah ditentukan mengikuti proses yudisium. Hanya saja pelaksanaannya dibagi dalam dua sesi.

Wakil Rektor III Unsri Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Iwan Stia Budi, mengatakan terdapat 157 mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mengikuti yudisium pada Jumat [3/12].

“Memang ada sedikit kegaduhan akibat misinformasi yang beredar sebelumnya. Tapi kami pastikan semua ikut dalam yudisium,” katanya.

Hanya saja, menimbang dari banyaknya jumlah peserta. Maka pelaksanaan yudisium dilakukan dalam 2 sesi. Yakni pagi dan siang. Di mana mahasiswi berinisial F [sebelumnya disebutkan berinisial DR] yang diduga korban pelecehan seksual oleh oknum dosen ikut dalam yudisium sesi kedua.

“Kami menerapkan protokol kesehatan dengan membagi jumlah peserta ke dalam dua sesi,” katanya.

Iwan pun meminta agar masalah yudisium Fakultas Ekonomi itu tidak dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang saat ini tengah diproses oleh penyidik PPA Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Jadi jangan salah informasi. Yang benar itu yudisium sudah diatur dan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Presiden Mahasiswa [Presma] Unsri, Dwiki Sandy, membenarkan kalau F sudah mengikuti Yudisium. Hanya saja, namanya sempat dicoret meski sebelumnya sudah menerima undangan.

“Alasan rektorat awalnya kurang administrasi. Tapi kenapa sebelumnya ada undangan, tapi tiba-tiba namanya hilang, dan pada sesi kedua namanya ada lagi,” katanya.

Laporan Hasan Basri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *