Terkait Usaha, RI akan Pangkas Regulasi dan Birokrasi

- Jurnalis

Senin, 25 November 2019 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Korea Selatan, di Hotel Lotte Busan, Senin (25/11/2019)

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Korea Selatan, di Hotel Lotte Busan, Senin (25/11/2019)

WIDEAZONE.COM, BUSAN — Disaat banyak negara di dunia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia justru masih menikmati lima persen pertumbuhan ekonominya setiap tahun.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen itu terjadi selama lima tahun terakhir,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Korea Selatan, di Hotel Lotte Busan, Senin (25/11/2019).

Lantas, kata Jokowi, mengapa Indonesia merupakan tempat investasi yang tepat bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan, karena di tengah ketidakpastian itu, masa depan dunia akan dimotori oleh emerging economy seperti Indonesia.

“Di saat banyak negara menggali agung society, Indonesia justru memiliki usia produktif yang besar, dengan bonus demografi yang besar pula,” tukas Kepala Negara.

Karena itu, disaat banyak negara mengalami ketidakpuasan, stabilitas politik di Indonesia cukup terjaga.

“Disaat banyak negara cenderung melakukan proteksionisme, Indonesia justru menjadi koordinator bagi perundingan Regional Komprehensive Economic Partnership (RCEP),” katanya.

"Pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen itu terjadi selama lima tahun terakhir," ujar Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Korea Selatan, di Hotel Lotte Busan, Senin (25/11/2019)
“Pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen itu terjadi selama lima tahun terakhir,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan besar Korea Selatan, di Hotel Lotte Busan, Senin (25/11/2019)

Di hadapan para CEO, Kepala Negara menyampaikan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang kian menarik dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga:  Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Karena itu, untuk mendukung tujuan itu, kata Presiden, akan dilakukan secara terus-menerus, penyederhanaan birokrasi di Indonesia.

Kepala Negara juga menekankan agar investasi di Indonesia harus menciptakan lapangan kerja. Selain itu, investasi di Indonesia tak hanya menciptakan pasar, tapi juga menjadikan Indonesia sebagai hubungan produksi.

Terkait dengan penyederhanaan aturan, pemerintah akan memangkas sekitar 70 hingga 74 undang-undang dalam waktu bersamaan melalui omnibus law.

Dengan omnibus law, katanya, pemerintah berharap agar semua peraturan yang menghambat penciptaan lapangan kerja dan investasi segera disederhanakan.

Menurut Presiden, pamangkasan birokrasi akan semakin simpel, sehingga aemua keputusan yang diambil akan semakin cepat. “Kebijakan pemangkasan itu nanti akan dilakukan eselon IV dan eselon III di birokrasi kita,” tambahnya.

Disaat yang sama, Presiden pun menjelaskan soal rencana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur. “Kota itu akan kita rancang menjadi kota yang pintar, hijau, aman, inklusif dan kuat,” urai Presiden.

Baca Juga:  DPRD Palembang Bilang PT Green SM "Ngampuk" Jangan Seenaknya Meski Punya "Orang Kuat"

Terkait pemindahan ibukota, Indonesia akan terbuka untuk melakukan kerjasama. Karena Kepala Negara mengajak para CEO untuk menguatkan kerjasama ekonomi, kerjasama perdagangan serta kerjasama investasi antara Indonesia dan Korea.

Karena itu Presiden Jokowi meminta agar pelaku usaha tidak segan-segan menyampaikan semua kendala yang dihadapi ke pada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahil Lahadalia. Seperti soal pembebasan lahan Lotte di Cilegon yang tekah dirampungkan Kepala BKPM. Jika ada masalah lain, kata Presiden, tolong sampaikan ke Kepala BKPM.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko budang Kemaritiman dan Inveatasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Rerno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BKPM Bahil Lahadalia. (anto narasoma/abror vandozer/rel)

Berita Terkait

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 06:37 WIB

PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB