Presiden Ajak Elemen Bangsa Satukan Semangat Tangani Pandemi

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2020 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Ajak Elemen Bangsa Satukan Semangat Tangani Pandemi (photo: Muchlis JR, BP Sekretariat Presiden)

Presiden Ajak Elemen Bangsa Satukan Semangat Tangani Pandemi (photo: Muchlis JR, BP Sekretariat Presiden)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Tantangan berat yang dihadapi masyarakat dunia saat ini, termasuk Indonesia, ialah pandemi COVID-19.

Puluhan juta orang di seluruh dunia telah dinyatakan terpapar dan ratusan ribu kehilangan nyawa akibat pandemi.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyatukan semangat dan visi dalam berjuang keras untuk menangani pandemi sekaligus dampak yang ditimbulkannya.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan sambutan melalui konferensi video dalam acara peresmian pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tahun 2020 pada Jumat, 18 September 2020.

“Dalam situasi seperti ini, ketangguhan kita sebagai sebuah bangsa yang benar-benar menghadapi ujian kita harus satu barisan. Kita harus satu frekuensi, satu semangat, karena kita perlu kerja keras dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh baik ikhtiar zahir maupun batin,” ujarnya.

Ikhtiar zahir sebagaimana dimaksud oleh Presiden berupa menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengikuti protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan secara berkala mencuci tangan. Selain itu, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi hingga olahraga secara teratur juga penting dilakukan.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

“Adapun ikhtiar batin adalah memperbanyak dzikir, istighfar, dan taubat kepada Allah, memperbanyak infak dan sedekah terutama ketika saat ini banyak saudara-saudara kita yang kehilangan pekerjaan, banyak yang memerlukan bantuan-bantuan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Kepala Negara juga meyakini bahwa di tengah pandemi yang melanda hampir seluruh negara di dunia pastilah terdapat suatu hikmah yang dapat dipetik bersama.

“Sebagai orang yang beriman kepada Allah Swt., tentu saja kita harus mengambil hikmah dari setiap kejadian. Sebab kita meyakini setiap kejadian dan ciptaan Allah pasti ada hikmahnya, tidak ada yang sia-sia,” tuturnya.

Menurutnya, pandemi memberikan pelajaran berharga bagi kita mengenai pentingnya kemandirian untuk berdiri di atas kaki sendiri. Apa yang saat ini dinilai masih mengalami kekurangan, tentunya harus diperbaiki di masa mendatang.

Baca Juga:  Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh anggota GP Ansor baik secara individual maupun kolektif untuk ikut turun tangan bersama pemerintah dan elemen bangsa lainnya dalam membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Selain itu, seluruh elemen masyarakat juga dapat mulai peduli dan bangga terhadap produk-produk anak negeri dan mempromosikan produk-produk lokal.

“Saya yakin dengan gerakan bersama ini kita bukan hanya akan membantu kehidupan para petani, nelayan, dan UMKM, tapi juga akan membuat ekonomi bisa ikut bergerak sehingga negara kita bukan hanya bisa pulih ancaman penyebaran pandemi, namun ekonominya juga bisa bangkit kembali menuju pada kondisi yang normal,” kata Presiden.

Terakhir, Kepala Negara berharap dan berdoa agar Allah Swt. segera mengangkat wabah Covid-19 dari bumi Indonesia, sekaligus menyelamatkan bangsa dan negara serta menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju di bawah ampunan dan ridha Allah. (Rel/Abror Vandozer)

Berita Terkait

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terbaru