banner 1105x262

banner 2560x598

banner 2560x598

banner 2560x598

Planetarium UIN Walisongo, Peringkat Ketiga di Dunia

Foto Istimewa
Foto Istimewa
banner 468x60

WIDEAZONE.com, SEMARANG | Upaya mengetahui dan menentukan awal Ramadan dan Syawal 1443 Hijriah, Planetarium dan Observatorium Universitas Islam Negeri [UIN] Walisongo menjadi salah satu lokasi Rukyatul Hilal. 

Bagaimana dikatakan unggul dan menjadi salah satu referensi penentu Hilal? 

“Planetarium UIN Walisongo ini memiliki sejumlah keunggulan,” kata Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi [HDI] Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, di Semarang dikutip dari laman Kemenag, Kamis [5/5/2022].

Dikatakan Fauzin, ini merupakan Planetarium Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri [PTKIN] yang pertama di Indonesia. 

“Planetarium ini sudah dilengkapi dengan teknologi digital terbaik atau digistar enam,” sambungnya.

Menurut Fauzin, Planetarium UIN Walisongo ini juga menjadi planetarium universitas terbesar peringkat tiga di dunia dengan diameter mencapai 18m. Gedung ini sudah menggunakan digital projector dengan kualitas 4K dan screen dome menggunakan teknologi nanosame.

“Kualitas Sound surround juga sudah 4.0 dolby surround dengan kapasitas kursi penonton mencapai 190 orang,” jelasnya.

“Gedung ini sekaligus menggabungkan fungsi observatorium dan planetarium,” sambungnya.

Apresiasi sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat meninjau gedung ini pada 26 September 2021. “Ini luar biasa. Saya kagum begitu masuk ruangan ini. Apalagi setelah menonton beberapa tayangan edukasi,” kata Menag Yaqut saat itu.

Hal ini juga, ujar Yaqut, mendorong sekaligus mendukung penyempurnaan gedung Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo ini sebagai tempat edukasi sekaligus destinasi wisata. 

Oleh karenanya, Menag meminta gedung tersebut dipersiapkan lebih lengkap dan tidak terburu-buru untuk diresmikan. 

Hal senada disampaikan Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq. Kepada Menag, Imam Taufiq saat itu melaporkan bahwa gedung Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo ini menjadi satunya-satunya planetarium di dunia pendidikan dan terbesar di PTKIN. [abV]