WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan menyadari bahwa kopi tradisional daerah ini perlu dilestarikan. Karena aroma kopi bubuk yang diolah secara tradisional mampu memberi kenikmatan yang luar biasa.
“Terkait kopi tradisional seperti yang digemari masyarakat internasional tersebut, kami mencoba memgarsipkan pembudidayaan kopi Sumsel secara tradisional,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal AP MSc, ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, di ruang kerjanya, Senin (16/12/2019).
Menurut Aufa, pengelolaan kopi aecara tradisional itu sudah jarang dilakukan masyarakat petani kopi di Sumatera Selatan. Paling tidak, katanya, ketika mereka panen, kopi-kopi itu mwreka jual ke pada perusahaan yang biasa menerima kopi-kopi petani tradisional Sumsel.
Setelah kopi-kopi itu terjual, kata Aufa, mereka diproduksi secara moderen dengan peralatan moderen. Bahkan kopi yang sudah digarap menjadi bubuk, dibubuhi serpihan susu sehingga tak ada lagi nilai-nilai tradisional ketika dikonsumsi masyarakat.
Kerena itu, kata Aufa, agar penggarapan kopi rakyat dapat diolah dengan cara-cara tradisional, maka pihaknya melalukan upaya pengarsifan secara tertulis.
Baik ditulis dari segi penggarapan awal, misalnya memilih potensi bibit yang baik dan berkualitas, memilih areal perkebunan dengan kontur tanah yang tepat untuk membudidayakan kopi setempat.
Menurut Aufa, segala teori dan unsur dasar pengerjaan kopi secara tradisional itu kota arsifkan melalui tulisan yang baik. “Untuk tulisan kopi secara tradisional ini kita percayakan ke pada penulis atau sastawan Sumsel, Anto Narasoma,” katanya.
Si penulis dan rombongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel sengaja turun ke lapangan untuk memperoleh bahan pengolahan kopi secara tradisional dari petani bersangkutan.
Untuk mengetahui bagaimana para petani kopi memilih bibit dan tanah yang tepat agar budidaya kopi itu bisa subur dan berkembang baik untuk menghasilkan biji-biji kopi yang baik dan berkualitas.
“Saya gembira ketika membaca hasil tulisan tentang bagaimana cara orang-orang dulu memproduksi kopi yang nikmat dan beraroma khas tradisional.
Yang membuatnya menarik untuk memgetahui cara bagaimana mencari lahan dengan kontur tanah yang cocok untuk membudidayakan kopi Pagaralam, Muaraenim, Semendo dan Lahat.
“Menariknya, sebelum ditanami kopi, para leluhur mencoba mencicipi serpihan tanah dengan mulutnya terlebih dahulu. Dari sisi ini akan diketahui tingkat hara, humus tanah, muatan energi dasar yang dapat menyuburkan lahan perkebunan kopi,” katanya.
Biasanya, bibit kopi itu dipilih teelebih dahulu. Kemudian menanam tanaman pelindung di kiri-kanan kebun. Setelah waktunya tiba, kopi-kopi yang masak segera dipanen. Saat penyangraian, kata Aufa, dilakukan dengan wajan (kuali) tradisional dari tembikar. “Kalau sekarang warga tradisional menggongseng kopinya dengam wajan besi. Jika kopinya matang akan menumbuhkan aroma yang sangat luar biasa.
“Secara tradisonal kopi-kopi yang sudah matang itu diendapkan dahulu selama beberapa hari. Setelah itu mulai ditumbuk dengan alu di lumpang kayu,” tukas Aufa.
Pengelolaan dengan cara tradisional semacam ini memang diharapkan masyaraktat. Selain enak, ketika kopi ini dikonsumsi, dapat memberi kesegaran. (*)
Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma





![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
