Pelaku Pemukulan Koas Rumah Sakit di Palembang Terungkap, Jalani Pemeriksaan Intensif di Polda Sumsel

- Jurnalis

Jumat, 13 Desember 2024 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku pemukulan berinisial Dt, terhadap Koas di salah satu rumah sakit di Palembang yang sempat menghebohkan khalayak publik di platform media digital akhirnya mendatangi Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, dengan didampingi kuasa hukumnya Hj Titis Rachmawati SH MH CLA pada 13 Desember 2024.

Pelaku pemukulan berinisial Dt, terhadap Koas di salah satu rumah sakit di Palembang yang sempat menghebohkan khalayak publik di platform media digital akhirnya mendatangi Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, dengan didampingi kuasa hukumnya Hj Titis Rachmawati SH MH CLA pada 13 Desember 2024.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pelaku pemukulan berinisial Dt, terhadap Koas di salah satu rumah sakit di Palembang yang sempat menghebohkan khalayak publik di platform media digital akhirnya mendatangi Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, dengan didampingi kuasa hukumnya Hj Titis Rachmawati SH MH CLA pada 13 Desember 2024.

Pria bertubuh tinggi ini terlihat berusaha menutupi wajahnya dengan masker sembari mengenakan kemeja lengan pendek berwarna biru.

Saat tiba di Polda Sumsel, Dt langsung digiring ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan intensif. Di sana, ia ditemani kuasa hukumnya dan di hadapan penyidik, termasuk Kanit 5 AKP Novel Siswandi SH, MH, dan Panit 5 Iptu Teddy Bharata SE.

“Kedatangan bersama klien, untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait kasus [peristiwa pemukulan]. Kami adalah kuasa hukum dari ibu Lina selaku orang tua dari anaknya berinisial Ly, serta kuasa hukum dari saudara berinisial D selaku supir dari Klien Kami yang telah melakukan dugaan tindak Pidana sebagaimana video yang saat ini beredar,” ungkap Titis dalam keterangan.

Baca Juga:  MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Seperti kita ketahui dari berita-berita yang ada di akun-akun media sosial, jika telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh supir klien kami berinisial D kepada seorang mahasiswa kedokteran yang kita ketahui adalah chief atau ketua kelompok koas yang bernama lutfi.

“Atas pemberitaan tersebut mewakili klien kami akan meluruskan berita tersebut yang simpang siur tanpa arah yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Klien kami ibu Lina berinisiatif sendiri, kata Titis, tanpa diketahui anaknya yang berinisial L yang saat itu sedang menjalani koas, bertemu dengan saudara Lutfi. “Bahwa sebelum terjadinya pertemuan tersebut, klien kami ibu Lina mencoba mencari nomor telepon saudara Lutfi dari teman anaknya,” sebutnya.

Baca Juga:  ‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Ia mengungkapkan bahwa kliennya, ibu Lina, merupakan orang tua dari seorang remaja berinisial Ly yang diduga menjadi korban dalam peristiwa ini.

“Ibu Lina, tanpa sepengetahuan anaknya, mencoba menghubungi dokter koas yang menjadi korban, yaitu Lutfi. Hal ini dilakukan setelah ibu Lina mendengar kabar mengenai insiden tersebut,” jelas Titis.

Titis juga menegaskan bahwa kliennya, Dt, yang merupakan sopir keluarga, diduga melakukan tindakan penganiayaan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa ada sejumlah fakta yang perlu diluruskan terkait motif dan kronologi kejadian sebenarnya.

“Kami akan menyampaikan keterangan yang lebih lengkap setelah pemeriksaan selesai,” tambah Titis.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Dt dan kuasa hukumnya masih berlangsung. Polisi terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh fakta yang sebenarnya dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.

Laporan Suherman | Editor AbV

Berita Terkait

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong

Berita Terbaru