Malam Pergantian Tahun Ampera Ditutup

- Jurnalis

Jumat, 31 Desember 2021 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera Palembang

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Jembatan Ampera Palembang diberlakukan car free day [ditutup] saat malam pergantian tahun 2022.

Dinas Perhubungan Kota Palembang telah menyiapkan rute bagi warga yang akan ke Seberang Ulu maupun sebaliknya. 

“Rute di Seberang Ilir akan ditutup mulai dari depan Cinde sampai Jembatan Ampera,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Aprizal Hasyim dalam keterangan persnya. 

Dari jalan Merdeka, ungkap Aprizal, dekat Masjid Agung, dan kawasan Seberang Ulu tak jauh dengan Ampera juga dialihkan. 

Baca Juga:  Finishing Dikebut, Satgas TMMD ke-129 Siapkan Pos Kamling agar Segera Dimanfaatkan Warga

“Masyarakat Kota Palembang yang ke Seberang Ulu bisa lewat Jembatan Musi IV dan Musi VI,” terangnya. 

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengatakan, untuk di Palembang sudah koordinasi beberapa tempat umum alun-alun akan ditutup seperti Kambang Iwak [KI], Benteng Kuto Besak [BKB], dan bawah Jembatan Ampera.

“Jembatan Ampera akan ditutup mulai jam 19.00 WIB atau melihat perkembangan di lapangan,” katanya.

Untuk Jembatan Musi IV dan Musi VI Palembang  akan tetap dibuka dengan penjagaan agar tidak ada yang parkir untuk melakukan aktivitas di atas jembatan.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

“Seperti pawai, arak-arakan, semua berkaitan dengan all end new tidak boleh, sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 66 dan 69 tahun 2021, termasuk di perkampungan,” katanya

Polresta Palembang akan menyiagakan tim gabungan sebanyak 600 personel. “Akan ada sanksi bagi masyarakat yang melanggar, apalagi sampai tidak bisa diperingatkan ada pidananya,” katanya. [ab/nt]

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB