Terdapat 3 tower transmisi 500 kV yang berlokasi di Probolinggo (T 127 – T 129) harus dilakukan pemeliharaan dan penggantian material karena adanya gangguan yang disebabkan alam.
Penggantian beberapa material yang ada di tower transmisi 500 kV dikerjakan tim PDKB Probolinggo tanpa terjadinya pemadaman dengan waktu kurang lebih 23 jam.

Adanya penggantian pada material pada Jaringan Transmisi, penyaluran tenaga listrik dari GITET Paiton ke GITET Grati makin andal untuk mensuplai listrik ke Jawa Timur bagian Barat hingga sebagian Jawa Tengah.
“Beberapa waktu lalu di Probolinggo memang terjadi hujan lebat serta petir, sehingga terdapat 3 tower kami yang sempat mengalami gangguan sesaat. Dalam mengganti beberapa material yang disebabkan oleh gangguan alam tersebut, kami menurunkan petugas khusus (PDKB) untuk melakukan pekerjaan tanpa padam” kata General Manager PLN UIT JBTB Suroso.
Dikatakan Suroso, tiga tower transmisi yang membutuhkan pemeliharaan khusus, kemarin (18/2) telah selesai dikerjakan. “Beberapa material seperti isolator yang terkena sambaran petir pun sudah dilakukan penggantian oleh Tim PDKB. Tiga belas personel PDKB yang dikerahkan oleh PLN guna merampungkan pekerjaan tanpa mengganggu penyaluran tenaga listrik,” ungkapnya.
Fokus kami memang pada proses penyaluran tenaga listrik bertegangan tinggi dan ekstra tinggi. “Sehingga kami harus menjamin keandalan pada sisi SUTT serta SUTET. PLN juga terus berupaya agar pendistribusian listrik ke pelanggan tidak mengalami kendala,” tuturnya. (Abror Vandozer/rel)



![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)





![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)







![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

