Salah satu industri mainan anak terbesar di Indonesia adalah PT Mattel Indonesia, yang menyerap 9.000 tenaga kerja. Perusahaan asal Amerika Serikat itu memiliki dua pabrik di Indonesia.
Pabrik di kawasan timur memproduksi boneka Barbie. Untuk pabrik di kawasan barat memproduksi mainan mobil (die cast car) dengan merek Hot Wheels.
“Perusahaan tersebut memiliki kapasitas produksi 85 juta boneka fesyen dan 120 juta mainan mobil per tahun. Mereka juga melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) dalam proses produksinya,” ucap Reni.
Mattel Indonesia berkontribusi lebih dari 35 persen dari total nilai ekspor mainan anak dari Indonesia ke dunia. Perusahaan tersebut juga berencana meningkatkan investasinya dengan memperluas pabrik fashion dolls. Perluasan ini diperkirakan mampu menyerap 2.500 tenaga kerja baru.
Kemenperin juga menetapkan PT Mattel Indonesia sebagai “National Lighthouse Industry 4.0” untuk percontohan implementasi industri 4.0 di Indonesia. Kemenperin berharap Mattel Indonesia bisa menjadi rujukan bagi IKM dalam melakukan tranformasi energi. (JFA)
Halaman : 1 2





![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
