Cegah Sebaran COVID-19, Satgas Pamtas 642 Berlakukan Protokes Terhadap PMI

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2020 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Sebaran COVID-19, Satgas Pamtas 642 Berlakukan Protokes Terhadap PMI

Cegah Sebaran COVID-19, Satgas Pamtas 642 Berlakukan Protokes Terhadap PMI

WIDEAZONE.COM, KUBU RAYA — Guna mencegah penyebaran Covid-19 masuk ke Indonesia melalui Pekerja Migran Indonesia (PMI).

TNI bekerja sama dengan instansi terkait di perbatasan melakukan pengawasan terhadap para Pekerja Migran Indonesia yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) maupun jalur tidak resmi.

Sebanyak 107 PMI masuk ke Indonesia melalui PLBN Entikong, Sanggau, PLBN Aruk, Sambas dan PPLB Jagoi Babang, Bengkayang.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps Letkol Inf Alim Mustofa, di Pos Kotis Gabma Entikong, Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga:  Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎

Letkol Inf Alim Mustofa menuturkan, kedatangan PMI tetap dilakukan protokol kesehatan kepada orangnya dan barang bawaannya. “Yang sudah menjadi ketentuan diberlakukan oleh pemerintah kepada setiap orang yang akan memasuki wilayah Indonesia,” tuturnya.

Dansatgas juga menjelaskan, kedatangan PMI melalui PLBN Entikong sebanyak 57 orang dan sudah dilakukan rapid test. Dari 57 orang 54 non reaktif dan 1 reaktif, sedangkan 2 orang dilakukan PCR.

Baca Juga:  APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Lanjutnya Dansatgas mengatakan, dari PLBN Aruk, PMI yang masuk ke Indonesia berjumlah 48 orang dan juga dilaksanakan rapid test dengan hasil semuanya non reaktif.

Adapun dari PPLB Jagoi Babang 2 orang, juga di rapid test dengan hasil non reaktif juga.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan PMI yang akan kembali ke Indonesia untuk meyakinkan mereka tidak terpapar virus dari Covid-19 ini,” kata Letkol Inf Alim Mustofa mengakhiri. (Rel/Abror Vandozer)

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru