Herman Deru Ingatkan Dana Desa Jangan Dikelola Asal-Asalan

- Jurnalis

Kamis, 10 Oktober 2019 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Kebijakan Pengadaan  Barang/Jasa di Desa dan Pengadaan Barang/Jasa BLUD dan BUMD yang digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI di Hotel Novotel, Kamis (10/10/2019)

Sosialisasi Kebijakan Pengadaan  Barang/Jasa di Desa dan Pengadaan Barang/Jasa BLUD dan BUMD yang digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI di Hotel Novotel, Kamis (10/10/2019)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Sosialisasi Kebijakan Pengadaan  Barang/Jasa di Desa dan Pengadaan Barang/Jasa BLUD dan BUMD yang digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI di Hotel Novotel, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya sosialisasi ini sangat penting agar jangan sampai kepala desa di kabupaten/kota  di Sumsel mengelola keuangan dengan alokasi yang sangat besar tapi tanpa dibarengi dengan pengetahuan aturan yang memadai. Bahkan terkesan dikelola dengan asal-asalan.

” Bagi kami sosialisasi ini menjadi angin segar. Karena selama ini dana desa kerap digunakan untuk membangun tugu untuk formalitas dan kemeriahan sesaat saja. Nah dengan adanya sosialisasi ini kita harap kepala desa dan masyarakat paham bahwa  ada hak hak orang lain juga disitu seperti IKM, UMKM dalam azas keterbukaan. Mereka mestinya dapat bkerperan juga agar tidak mengikuti selera saja kepala desa. Lagi pula semua itukan harus ada payung hukumnya yakni peraturan bupati atau walikota,” jelasnya.

Lebih jauh HD berharap,  semua pihak untuk mengingatkan kepala desa agar melibatkan semua pihak dalam hal swakelola dana desa. Sehingga pengelolaannya tidak terbatas pada pengadaan barang dan jasa saja tapi sektor lainnya.

Baca Juga:  PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

” Inilah maksud saya ilmu dari sosialsiasi ini harus ditularkan sesegaranya kepada masyarakat desa dan kepala desa. Untuk itu saya juga minta agar dari LKPP RI untuk mendampingi dinas PMD Provinsi  turun ke lapangan mensosialisasikan ini dan menjadikannya prioritas  supaya teman-teman kepala desa paham aturan,” jelasnya.

HD menjelaskan selama ini sering terjadi kebingungan  di kalangan kepala desa, karena alokasi dana yang demikian besar. Bahkan tak sedikit karena ketidakpahaman soal penggunaan dana tersebut, kepala desa justru harus berurusan dengan hukum.

Photo : Akip
Photo : Akip

” Sebagai anak kepala desa saya miris melihat ini. Karena ketidak tahuan akhirnya dana itu mereka potong-potong sendiri tanpa perencanaan yang baik,” jelasnya.

Karena alasan itu Ia berharap sosialisasi ini masif dilakukan di Sumsel. Mengingat topografi daerah Sumsel yang besar dan luas dengan jumlah desa dan kelurahan mencapai 3500.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Di tempat yang sama Kepala LKPP RI Roni Dwi Susanto, mengatakan alokasi dana desa semakin tahun semakin meningkat hampir mencapai Rp70 triliun.

” Jangan sampai kepala desa salah memanfaatkannya.  Soalnya saat ini yang terjadi jalan-jalan di kampung masih berantakan,” jelasnya.

Dijelaskannya, konsep dana desa adalah swakelola. Untuk mengelolanya kepala desa bisa berkonsultasi ke kami. Prinsipnya kata Roni pengadaan harus efisien dan efektif dan harus bersaing terbuka dan akuntable.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Periode 2019-2024 Hj Percha Leanpuri B Bus Kepala LKPP RI Roni Dwi Susanto, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Yohanes Toruan, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sumsel Muzzakir serta  Kepala Dinas Kominfo Sumsel Ahmad Rizwan S STP.

 

Laporan : Akip

Berita Terkait

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 06:37 WIB

PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB